Author: Onny Wiranda

Pulang

Leave a comment
Catatan Perjalanan / Papua

Ketika mobilku melintas di depan Rumah Transit Bobaigo di SP-2, langit Timika memerah dan dua ekor burung Maung (Amungme: Rangkong) nampak terbang dengan tenang ke arah utara. Sudah lama aku tidak lihat burung Maung. Mereka biasanya terbang berpasangan, tidak terlalu tinggi sehingga jika suasana sepi kamu bisa mendengar kepakan sayapnya. Dengan semakin banyak penduduk, mereka pasti makin terdesak. Apalagi di daerah SP-2 yang makin padat setiap hari, sekalipun langganan jadi lokasi bentrokan antar kelompok warga atau akrab disebut perang […]

Indonesia will go on

Leave a comment
Current issues

Barusan ngobrol melalui telefon dengan seorang paman yang tinggal di Malang selatan. Di sana, jauh dari ibukota dan para makelar dan analis politik, orang mengikuti perkembangan kasus Ahok. Paman saya bersusah payah menjelaskan kepada “umatnya” bahwa kasus ini bukan soal agama. Kalau sudah soal agama, bisa repot, negara bisa hancur, katanya. Yang lebih heran lagi, katanya, banyak sekali orang berpendidikan yang dengan gampang termakan isu politik berbalut penistaan agama ini.   Kalau cuma termakan isu […]

Virus

Leave a comment
Current issues

VIRUS Sudah lama Minka, Onyong, dan segenap keluarga Onyong tidak berkunjung ke dokter hewan. Hari Sabtu (5/11/16) kemarin aku antar mereka ke drh. Erma di Timika. Sudah dua hari sebelumnya mereka bersin-bersin dan lemas badannya. Aku kira karena mereka keseringan makan rumput atau keracunan jamur/serangga. Setelah diperiksa, ternyata mereka kena virus Rhinotach, yang gejalanya menyerupai influenza. Virus itu sedang mewabah di Timika. Seorang ibu di Jalan Pendidikan yang memiliki 12 kucing (warbyasah, bukan?) juga mengalami […]

Selamat Jalan, Bapa John

comment 1
Papua / Tentang kawan

Sambil memanaskan air untuk membuat kopi pagi, aku membaca semua pesan dan kabar yang muncul di handphone dan menekan tombol “mute for 1 week” (seharusnya “1 year”) di beberapa grup WhatsApp yang sedang meributkan rencana demonstrasi menolak Ahok di Jakarta, dan menyadari sudah hampir seminggu aku melewatkan rencana membuat status Facebook soal ulang tahun yang ku jamin akan mengharu-biru dan mendulang ratusan “like.” Aku juga baru sadar kalau sudah lama tidak baca koran lokal Timika. Sudah […]

Penjual Emas

Leave a comment
Catatan Perjalanan / Papua / Tentang kawan

Bapak itu menumpang mobil kami ke Timika. Mau ke Timika Indah katanya. Dia berasal dari Nabire daerah gunung ke arah Homeyo. “Lewat Kilo 100?” tanya Vembri. “Ah, tidak, dari Homeyo lurus ke Enarotali, lurus ke Enaro, ke Dumada, ke Tembagapura. 1 minggu jalan kaki dengan John Kas.” Dia menjelaskan rute perjalanannya ke Timika. Perjalanan yang ditempuhnya 16 tahun yang lalu dengan John Kas (pendeta John Cutts maksudnya). Sejak itu dia tinggal dan bekerja di Timika. […]

Kisah Anton Pinimet

comment 1
Papua / Tentang kawan

“Anak perempuan (saya) dua sudah ke Moanemani, sekarang mau bawa anak bungsu laki ke Kaokanao? Jangan, Pater” Tukas Mama Julita Deikme sambil mendekap anaknya. Pater Frankenmollen, pastur paroki Akimuga, dengan sabar melanjutkan penjelasannya. Beberapa saat kemudian, dengan bantuan Pak Marten Katagame, Mama Julita akhirnya mengizinkan Anton Pinimet untuk melanjutkan sekolah kelas 3 SD di Kaokanao. Di Kaokanao, Anton tinggal di asrama di bawah binaan para pater. Sayangnya, Anton hanya setahun saja di Kaokanao. Menjelang naik […]

The Flight

Leave a comment
Catatan Perjalanan / Tentang kota

“Yeah. The flight was good.” I said to her. In fact, all I can remember about the flight is not the wheather as I keep on fall asleep. All I can remember is the strange man next to me. A short guy with hat and dark eye glasses who keep on whining about his congested nose. He’s probably in his 40 something. A small pierced heart tattoo on his upper right hand serves as a […]

Liburan ke Rumah Cimot

comments 3
Catatan Perjalanan / Tokoh

Berbeda dengan akhir tahun sebelumnya, liburan akhir tahun 2015 tidak aku habiskan dengan bepergian ke tempat baru. Aku memilih pergi ke Yogyakarta untuk bertemu dengan beberapa teman lama. Sepanjang perjalanan ke Yogya aku terus membayangkan apa yang hendak aku lakukan dengan tanah ukuran 10 x 9,6 meter yang baru saja aku beli. Puji Tuhan tanah itu aku beli setelah menabung dengan susah payah selama beberapa tahun bekerja. Sama sekali tidak ada peran pihak lain. Bisa […]

Membaca “Kibaran Sampari” dan Hal-hal Lain yang Menyertai

Leave a comment
Buku / Papua

Proses membaca buku karangan Robin Osborne ini tidak seintens saat aku membaca beberapa buku sebelumnya. Buku ini aku baca di akhir pekan pertama bulan Desember 2015, di saat aku sibuk membuat revisi laporan akhir tahun Program Pendidikan LPMAK, memikirkan rencana-rencana liburan dan resolusi tahun 2016 (kecuali revisi laporan akhir tahun, tidak ada yang bisa aku pikirkan dengan baik dan fokus). Format buku juga kurang nyaman untuk dipegang. Jenis kertas ditambah dengan ukuran huruf yang lumayan […]

Ketinggalan Pesawat

Leave a comment
Catatan Perjalanan

Waktu menunjukkan pukul 16:30 WIB, masih 5 menit lagi dari waktu boarding yang tertera di tiket. Dengan pongahnya aku mengira keberangkatan pasti akan molor karena berbagai alasan, sebagaimana biasanya maskapai lokal. Sekalipun pongah aku tetap datang di bandara Juanda lebih awal. Jam 16:00 aku sudah selesai check-in dan bergerak ke lantai dua. Setelah memastikan gerbang tempat pesawat akan mabur, aku menunggu di ruang merokok. Setelah dua batang rokok, jam 16:20-an aku jalan dengan santai ke ruang tunggu. […]