Author: Onny Wiranda

Tiga Kisah dalam Satu Kota

Leave a comment
Buku / Tentang kota

Judul: Lupakan Aleppo Penulis: Paola Salwan Daher  Penerjemah: Lisa Soeranto Penerbit: CV. Marjin Kiri, Tangerang Selatan, 2020 Tebal: 110 halaman Tiga kisah di dalam novel ini menunjukkan bagaimana manusia berjuang menghadapi dampak dari agresi, konflik politik, dan tekanan masyarakat yang patriarkis.   Abu Nuwas, yang terusir dari tanah airnya di Jaffa, Palestina; Shirine, seorang perawat yang memutuskan untuk meninggalkan Beirut, Lebanon yang diporakporandakan perang saudara; dan Noha, seorang perempuan Arab yang meninggalkan Paris ke Syria hanya […]

Burung Kayu

Leave a comment
Buku

Burung Kayu Penulis: Niduparas Erlang  Editor: Heru Joni Putra & Fariq Alfaruqi Penerbit: CV. Teroka Gaya Baru, Padang – Jakarta, 2020 Tebal: 174 halaman Novel ini berlatar belakang kehidupan masyarakat Mentawai, tentang konflik antar suku dan uma yang terus diwariskan dan konflik yang lebih struktural antara kearifan lokal yang tidak berdaya menghadapi pembangunanisme yang datang dari pusat. Dua kisah yang juga bisa kita temukan di Papua.  Saengrekerei, tokoh utama novel ini, adalah seorang pemuda dari […]

Catatan Malaria

Leave a comment
Papua

Malam senin awal minggu pertama bulan Mei, belum lama setelah membaca sebuah novel yang seorang tokohnya kena Malaria tetiba tubuh saya rasanya agak sedikit menggigil. Saya sudahi dulu membaca Burung Kayu karya Niduparas Erlang dan beranjak tidur sambil agak menggigil. Malam berikutnya, tubuh makin terasa menggigil dan muncul rasa nyeri di lutut kiri. Di masa pandemi seperti ini, mengalami gejala seperti itu langsung menimbulkan tanya. Dan karena di Papua, pertanyaanya kemudian jadi; ini Covid atau […]

Surabaya 10 November 1945

Leave a comment
Tentang kawan / Tentang kota

Setiap tanggal 10 November, saya selalu ingat perjumpaan dengan keluarga Hoogendijk dari Belanda. Oma Thera Andre dan kedua anaknya datang ke Surabaya untuk bernostalgia, mengenang masa ketika keluarga Oma tinggal di Surabaya. Saat itu, mereka menginap di Hotel Mojopahit, hotel bersejarah di Surabaya yang didirikan keluarga Armenia dan tempat Utik bekerja. Utik lah yang kemudian menjadi penerjemah bagi keluarga Oma selama mereka jalan2 di Surabaya.  Sebelum Perang Dunia II berkecamuk di Hindia Belanda pada tahun […]

Reply 1988

Leave a comment
Film / Keluarga

Akhirnya tuntas juga nonton 20 episode Reply 1988. Ini serial terpanjang yg pernah saya tonton setelah Messiah dan The Man in the High Castle.  Reply 1988 adalah kisah persahabatan lima orang remaja dan keluarga mereka yang tinggal di sebuah daerah bernama Ssangmun di Seoul. Keluarga Sung  yang tinggal di kontrakan semi bawah tanah krn bapaknya terjerat utang saudaranya, Keluarga Kim yg  awalnya miskin tapi lalu kaya mendadak krn menang lotere, keluarga Dong yg paling sibuk […]

Resensi Buku Mein Kampf, karya Adolf Hitler

Leave a comment
Buku

New English Weekly, 21 Maret 1940  Penerbitan Mein Kampf dari Hurst dan Blackett setahun lalu yang disunting dari sisi pro Hitler, merupakan penanda cepatnya laju waktu. Tujuan utama pengantar penerjemah dan penambahan catatan adalah untuk melunakkan buku dan sebisa mungkin menampilkan wajah Hitler yang ramah. Karena saat itu Hitler masih merupakan sosok yang terhormat. Hitler telah menghancurkan gerakan buruh Jerman. Sebuah tindakan yang membuat kelas pemilik properti bersedia memaafkan Hitler atas apapun yang dia lakukan. Baik kaum […]

Aruna dan Lidahnya

Leave a comment
Film

Di pesawat, saya biasanya menghabiskan waku dg nonton film Indonesia. Terakhir kali saya nonton film “dokumenter” Indonesia, Bali Beats of Paradise. Sutradaranya katanya satu perguruan dengan sineas2 amerika. Hasilnya? Kalah jauh dengan yg saya tonton di penerbangan kali ini, Aruna dan Lidahnya. Film yang dirilis tahun 2018 ini berkisah tentang Aruna, seorang ahli epidemiologi dan penggemar makanan, diberi tugas untuk menginvestigasi kasus flu burung di Surabaya, Pamekasan, dan Pontianak. Dia berangkat dengan sahabatnya, Bono seorang chef, yang sedang […]

By the Beaches of Keakwa

Leave a comment
Catatan Perjalanan / Papua

I want to ride a bike by the beaches of Keakwa with you.   Speeding along the cloudy horizon, passing a Japanese artillery wreck, feeling the wind in my face, its April, I said what the heck,  you said you got a flat tire, so we stop, abruptly, like any other event here. Lets just run, you said Feeling the sand in my foot, And seeing the smiley faces Of the Kamoro children We run, […]

Membaca Pedro Paramo

Leave a comment
Buku

Novel ini dibuka dengan pesan sang ibu yang sekarat kepada anaknya, Juan Preciado, untuk pergi ke sebuah kota bernama Comala mencari ayahnya. “Jangan minta apa2 selain milik kita. Yang seharusnya dia berikan kepadaku…” Demikian kira2 pesan sang Ibu dalam terjemahan saya. Ah, ternyata buku ini sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Ga nyangka. Sama ga nyangkanya ketika nemu terjemahan Burmese Days (George Orwell).  Setibanya di Comala, Juan Preciado bertemu dengan Abundio, lalu kemudian dengan Eduviges Dyada. Eduviges […]

Sorghum di Timika

Leave a comment
Papua / Tentang kawan

Alkisah, di bulan Desember 2016 ada pembicaraan antar provinsi soal budidaya Sorghum di Papua. Dalam pembicaraan itu, seorang oknum dengan pede-nya bilang kalau di Papua pernah ada penanaman Sorghum. Tapi di Papua Nugini. Tidak lupa oknum kita itu menyertakan tautan berita hasil penanaman Sorghum di sebuah tempat di Papua Nugini bernama Lembah Markham. Oknum itu jadi ingat Aliarcham, anggota Sarekat Islam Merah yang dibuang ke Boven Digoel oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda dan tentu saja […]