Author: Onny Wiranda

Surabaya 10 November 1945

Leave a comment
Tentang kawan / Tentang kota

Setiap tanggal 10 November, saya selalu ingat perjumpaan dengan keluarga Hoogendijk dari Belanda. Oma Thera Andre dan kedua anaknya datang ke Surabaya untuk bernostalgia, mengenang masa ketika keluarga Oma tinggal di Surabaya. Saat itu, mereka menginap di Hotel Mojopahit, hotel bersejarah di Surabaya yang didirikan keluarga Armenia dan tempat Utik bekerja. Utik lah yang kemudian menjadi penerjemah bagi keluarga Oma selama mereka jalan2 di Surabaya.  Sebelum Perang Dunia II berkecamuk di Hindia Belanda pada tahun […]

Reply 1988

Leave a comment
Film / Keluarga

Akhirnya tuntas juga nonton 20 episode Reply 1988. Ini serial terpanjang yg pernah saya tonton setelah Messiah dan The Man in the High Castle.  Reply 1988 adalah kisah persahabatan lima orang remaja dan keluarga mereka yang tinggal di sebuah daerah bernama Ssangmun di Seoul. Keluarga Sung  yang tinggal di kontrakan semi bawah tanah krn bapaknya terjerat utang saudaranya, Keluarga Kim yg  awalnya miskin tapi lalu kaya mendadak krn menang lotere, keluarga Dong yg paling sibuk […]

Resensi Buku Mein Kampf, karya Adolf Hitler

Leave a comment
Buku

New English Weekly, 21 Maret 1940  Penerbitan Mein Kampf dari Hurst dan Blackett setahun lalu yang disunting dari sisi pro Hitler, merupakan penanda cepatnya laju waktu. Tujuan utama pengantar penerjemah dan penambahan catatan adalah untuk melunakkan buku dan sebisa mungkin menampilkan wajah Hitler yang ramah. Karena saat itu Hitler masih merupakan sosok yang terhormat. Hitler telah menghancurkan gerakan buruh Jerman. Sebuah tindakan yang membuat kelas pemilik properti bersedia memaafkan Hitler atas apapun yang dia lakukan. Baik kaum […]

Aruna dan Lidahnya

Leave a comment
Film

Di pesawat, saya biasanya menghabiskan waku dg nonton film Indonesia. Terakhir kali saya nonton film “dokumenter” Indonesia, Bali Beats of Paradise. Sutradaranya katanya satu perguruan dengan sineas2 amerika. Hasilnya? Kalah jauh dengan yg saya tonton di penerbangan kali ini, Aruna dan Lidahnya. Film yang dirilis tahun 2018 ini berkisah tentang Aruna, seorang ahli epidemiologi dan penggemar makanan, diberi tugas untuk menginvestigasi kasus flu burung di Surabaya, Pamekasan, dan Pontianak. Dia berangkat dengan sahabatnya, Bono seorang chef, yang sedang […]

By the Beaches of Keakwa

Leave a comment
Catatan Perjalanan / Papua

I want to ride a bike by the beaches of Keakwa with you.   Speeding along the cloudy horizon, passing a Japanese artillery wreck, feeling the wind in my face, its April, I said what the heck,  you said you got a flat tire, so we stop, abruptly, like any other event here. Lets just run, you said Feeling the sand in my foot, And seeing the smiley faces Of the Kamoro children We run, […]

Membaca Pedro Paramo

Leave a comment
Buku

Novel ini dibuka dengan pesan sang ibu yang sekarat kepada anaknya, Juan Preciado, untuk pergi ke sebuah kota bernama Comala mencari ayahnya. “Jangan minta apa2 selain milik kita. Yang seharusnya dia berikan kepadaku…” Demikian kira2 pesan sang Ibu dalam terjemahan saya. Ah, ternyata buku ini sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Ga nyangka. Sama ga nyangkanya ketika nemu terjemahan Burmese Days (George Orwell).  Setibanya di Comala, Juan Preciado bertemu dengan Abundio, lalu kemudian dengan Eduviges Dyada. Eduviges […]

Sorghum di Timika

Leave a comment
Papua / Tentang kawan

Alkisah, di bulan Desember 2016 ada pembicaraan antar provinsi soal budidaya Sorghum di Papua. Dalam pembicaraan itu, seorang oknum dengan pede-nya bilang kalau di Papua pernah ada penanaman Sorghum. Tapi di Papua Nugini. Tidak lupa oknum kita itu menyertakan tautan berita hasil penanaman Sorghum di sebuah tempat di Papua Nugini bernama Lembah Markham. Oknum itu jadi ingat Aliarcham, anggota Sarekat Islam Merah yang dibuang ke Boven Digoel oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda dan tentu saja […]

Kuala Kencana; dari Freeport untuk Indonesia

comment 1
Papua / Tentang kota

  Burung elang itu terbang rendah. Saking rendahnya aku bisa mendongak ke atas sambil mengendalikan mobil dan masih bisa mengikuti cara terbangnya yang anggun. Jam di hapeku menunjukkan pukul 07:30. Cuaca cerah sekali dan tidak lembab walau tadi malam hujan lebat. Masih cukup waktu menempuh jarak 22 kilometer dalam waktu kurang dari 30 menit dan menyeduh kopi di kantor. Pagi terasa begitu indah hingga di depan nampak deretan mobil berhenti dan orang-orang keluar dari dalam […]

Pertanyaan

Leave a comment
Keluarga

Kemarin, Papa dikunjungi Pak Slamet Riyanto. Dengan nada tenang -agak khusyuk bahkan- Pak Riyanto menanyakan kabar dan perkembangan terakhir kesehatan Papa.  Pak Slamet Riyanto bersama dengan Papa pada tahun 1980-an awal mengelilingi Indonesia dengan Eskader Nusantara TNI-AL (semacam Armada Ketujuh Amerika Serikat yang kerjaannya keliling dunia). Kapal markas (flagship) Eskader Nusantara adalah KRI Multatuli.  Biasanya aku tanya Mama, “Papa kemana, Ma? Papa ke luar negeri, ya Ma? Iya, Papa layar,” kata Mama. Dan setiap kali […]