All posts filed under: Tentang kota

Kuala Kencana; dari Freeport untuk Indonesia

Leave a comment
Papua / Tentang kota

  Burung elang itu terbang rendah. Saking rendahnya aku bisa mendongak ke atas sambil mengendalikan mobil dan masih bisa mengikuti cara terbangnya yang anggun. Jam di hapeku menunjukkan pukul 07:30. Cuaca cerah sekali dan tidak lembab walau tadi malam hujan lebat. Masih cukup waktu menempuh jarak 22 kilometer dalam waktu kurang dari 30 menit dan menyeduh kopi di kantor. Pagi terasa begitu indah hingga di depan nampak deretan mobil berhenti dan orang-orang keluar dari dalam […]

The Flight

Leave a comment
Catatan Perjalanan / Tentang kota

“Yeah. The flight was good.” I said to her. In fact, all I can remember about the flight is not the wheather as I keep on fall asleep. All I can remember is the strange man next to me. A short guy with hat and dark eye glasses who keep on whining about his congested nose. He’s probably in his 40 something. A small pierced heart tattoo on his upper right hand serves as a […]

MOZES KILANGIN

Leave a comment
Papua / Tentang kota / Tokoh

  Dalam sidang Mahkamah Kehormatan Dewan, seorang anggota Mahkamah bertanya kepada Presiden Direktur PT. Freeport Indonesia, mengenai penerbangan mereka dengan helikopter ke Urumuka untuk melihat tempat yang akan menjadi lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Air. Sekalipun hanya sebuah kampung kecil di sebelah timur Timika, Urumuka memiliki arti strategis karena di situ akan dibangun sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Air yang akan memberikan pasokan listrik bagi kota Timika dan bagi Pabrik Pengolah Tembaga yang akan dibangun Freeport di […]

Nasi Goreng Krengsengan Cak San

comments 2
Catatan Perjalanan / Tentang kawan / Tentang kota

  Daerah Tegalsari, Surabaya, dulu cuma aku ingat sebagai lokasi markas sebuah organisasi mahasiswa yang sering jadi tempat rapat perencanaan demonstrasi menentang Soeharto. Selebihnya, Tegalsari yang aku ingat adalah sebuah daerah dengan jalanan yang minim pencahayaan lampu jalan. Tapi Tegalsari sekarang berubah, jadi daerah kawula muda Surabaya untuk melewatkan malam minggu. Di situ sekarang ada dua tempat makan yang menarik. Yang pertama namanya Kedai Tua Baru. Di salah satu situsweb yang mengulas soal tempat itu, ditulis […]

Asap Papua

Leave a comment
Current issues / Papua / Tentang kota

Di Mimika, bulan Oktober merupakan penanda berakhirnya musim hujan, meredanya gejolak laut Arafuru, dan melimpahnya udang dan hewan-hewan lainnya di delta sungai-sungai Mimika. Dulu sempat ada festival “Kamoro Kakuru” yang diadakan setiap bulan Oktober. Tapi rupanya Oktober tahun ini adalah Oktober yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain udang, yang muncul hampir di seluruh Tanah Papua adalah kabut asap. Serupa dengan yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan. Semua dimulai pada 8 Oktober 2015. Saat itu dua […]

Surat untuk Pak Ahok

comment 1
Catatan Perjalanan / Tentang kota / Tokoh

Yang saya hormati Pak Ahok. Kenalkan, Pak, nama saya Onny, warga Timika, Papua. Sekalipun tempat tinggal saya ribuan kilometer jaraknya dari Jakarta, beberapa kali dalam setahun saya pergi ke Jakarta karena urusan pekerjaan atau pribadi. Selain karena ikut-ikutan tren mengirim surat terbuka, saya ingin cerita-cerita dengan Anda soal Jakarta. Bukan solusi soal macet, banjir, atau penggusuran, bukan juga usulan soal pembentukan “sentra kuliner dan wisata” seperti yang banyak digagas sekarang, tapi soal perkara lain yang […]

Nasi Bebek Dharmahusada

Leave a comment
Tentang kota

Zaman kuliah dulu, Nasi Bebek di Jalan Dharmahusada, Surabaya ini aku kenal sebagai nasi bebek yang manis rasanya. Reputasinya tidak ada apa-apanya dibanding Nasi Bebek di depan SMAK Frateran atau Perak yang sangat tersohor di Surabaya itu. Kalau sekarang mungkin ditambah dengan Bebek Sinjai yang sudah membuka cabang di banyak tempat. Bahkan sekarang orang Malang pun juga suka makan bebek. Terakhir kali aku makan dengan teman-teman dari Papua di  LPMAK di daerah Karanglo, Malang. Yang mengenalkan […]

Es Kacang Ijo

Leave a comment
Tentang kota

Behind this humble street vendor in Rungkut, Surabaya, a guy cool himself down with a bowl of Es Kacang Ijo. He look like a worker from the nearby factories. His age must be around 40 years. And it seems that he just finish his meal back home. One bowl of Es Kacang Ijo is enough to boost his morale and make him look fresh. After he finish with the dishes he walk to me and […]