All posts filed under: Tentang kawan

Teman Pu Lahan

Leave a comment
Tentang kawan

“Pulang sudah. Ini hari Sabtu. Besok ibadah,” katanya sambil menyeruput Extrajoss susu. Aku tidak pernah memesan minuman kegemaran orang Timika itu. Tapi melihat temanku menyeruput segelas Extrajoss susu itu aku bisa mengerti kenapa minuman itu begitu digemari di sini. Setelah menghabiskan Extrajoss susu, aku membantunya berkemas. Lumayan juga apa yang kami kerjakan hari ini. Mulai dari menyingkirkan kayu yang memalang jalan masuk ke lahannya, membersihkan sebagian kecil lahannya, menebar benih bayam, menanam beberapa biji alpukat, […]

Meja Kerja Cahaya

Leave a comment
Tentang kawan / Uncategorized

Krek. Krekkk. Krek. Cahaya berdiri dari kursinya dan meregangkan kaki, jari jemari tangan, dan lehernya. Dia suka sekali suara2 itu. Suara2 yang pernah membuat seorang teman bulenya khawatir bahwa jari2 Cahaya pada patah. Dia juga tidak paham kebiasaan Cahaya minum Tolak Angin sacchetan. Cahaya tertawa mengingat itu. “Dasar bule,” katanya sambil beranjak dari mejanya. Meja kerja Cahaya berada di sebuah kamar yang kecil. Ukurannya cuma 3 x 2 meter. Catnya abu2. Di atas meja kerja […]

Suatu Sore di Kantor Ema

Leave a comment
Tentang kawan

“Timika, seh, siang panas bokar, sore hujan besar,” keluh Ema sambil menatap layar komputer. Sudah jam 5 sore, tapi Ema masih belum bisa pulang. Bukan karena hujan besar, tapi karena tugas kuliahnya yang belum kelar. Melanjutkan kuliah sambil kerja memang tidak mudah. Bagi Ema, itu sebuah tantangan tersendiri. “Masih sibuk, kah?” tanya Astri, rekan kerja Ema. “Kasih selesai tugas kuliah ini yang…. Sa baru bisa bikin tadi siang. Kalau di rumah tra bisa kas selesai […]

Surabaya 10 November 1945

Leave a comment
Tentang kawan / Tentang kota

Setiap tanggal 10 November, saya selalu ingat perjumpaan dengan keluarga Hoogendijk dari Belanda. Oma Thera Andre dan kedua anaknya datang ke Surabaya untuk bernostalgia, mengenang masa ketika keluarga Oma tinggal di Surabaya. Saat itu, mereka menginap di Hotel Mojopahit, hotel bersejarah di Surabaya yang didirikan keluarga Armenia dan tempat Utik bekerja. Utik lah yang kemudian menjadi penerjemah bagi keluarga Oma selama mereka jalan2 di Surabaya.  Sebelum Perang Dunia II berkecamuk di Hindia Belanda pada tahun […]

Sorghum di Timika

Leave a comment
Papua / Tentang kawan

Alkisah, di bulan Desember 2016 ada pembicaraan antar provinsi soal budidaya Sorghum di Papua. Dalam pembicaraan itu, seorang oknum dengan pede-nya bilang kalau di Papua pernah ada penanaman Sorghum. Tapi di Papua Nugini. Tidak lupa oknum kita itu menyertakan tautan berita hasil penanaman Sorghum di sebuah tempat di Papua Nugini bernama Lembah Markham. Oknum itu jadi ingat Aliarcham, anggota Sarekat Islam Merah yang dibuang ke Boven Digoel oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda dan tentu saja […]

Selamat Jalan, Bapa John

comment 1
Papua / Tentang kawan

Sambil memanaskan air untuk membuat kopi pagi, aku membaca semua pesan dan kabar yang muncul di handphone dan menekan tombol “mute for 1 week” (seharusnya “1 year”) di beberapa grup WhatsApp yang sedang meributkan rencana demonstrasi menolak Ahok di Jakarta, dan menyadari sudah hampir seminggu aku melewatkan rencana membuat status Facebook soal ulang tahun yang ku jamin akan mengharu-biru dan mendulang ratusan “like.” Aku juga baru sadar kalau sudah lama tidak baca koran lokal Timika. Sudah […]

Penjual Emas

Leave a comment
Catatan Perjalanan / Papua / Tentang kawan

Bapak itu menumpang mobil kami ke Timika. Mau ke Timika Indah katanya. Dia berasal dari Nabire daerah gunung ke arah Homeyo. “Lewat Kilo 100?” tanya Vembri. “Ah, tidak, dari Homeyo lurus ke Enarotali, lurus ke Enaro, ke Dumada, ke Tembagapura. 1 minggu jalan kaki dengan John Kas.” Dia menjelaskan rute perjalanannya ke Timika. Perjalanan yang ditempuhnya 16 tahun yang lalu dengan John Kas (pendeta John Cutts maksudnya). Sejak itu dia tinggal dan bekerja di Timika. […]

Kisah Anton Pinimet

comment 1
Papua / Tentang kawan

“Anak perempuan (saya) dua sudah ke Moanemani, sekarang mau bawa anak bungsu laki ke Kaokanao? Jangan, Pater” Tukas Mama Julita Deikme sambil mendekap anaknya. Pater Frankenmollen, pastur paroki Akimuga, dengan sabar melanjutkan penjelasannya. Beberapa saat kemudian, dengan bantuan Pak Marten Katagame, Mama Julita akhirnya mengizinkan Anton Pinimet untuk melanjutkan sekolah kelas 3 SD di Kaokanao. Di Kaokanao, Anton tinggal di asrama di bawah binaan para pater. Sayangnya, Anton hanya setahun saja di Kaokanao. Menjelang naik […]

Nasi Goreng Krengsengan Cak San

comments 3
Catatan Perjalanan / Tentang kawan / Tentang kota

  Daerah Tegalsari, Surabaya, dulu cuma aku ingat sebagai lokasi markas sebuah organisasi mahasiswa yang sering jadi tempat rapat perencanaan demonstrasi menentang Soeharto. Selebihnya, Tegalsari yang aku ingat adalah sebuah daerah dengan jalanan yang minim pencahayaan lampu jalan. Tapi Tegalsari sekarang berubah, jadi daerah kawula muda Surabaya untuk melewatkan malam minggu. Di situ sekarang ada dua tempat makan yang menarik. Yang pertama namanya Kedai Tua Baru. Di salah satu situsweb yang mengulas soal tempat itu, ditulis […]

Damai

Leave a comment
Catatan Perjalanan / Tentang kawan

Damai. Kata ini sering sekali saya ucapkan di gereja, terutama sambil menyanyikan penuh penghayatan bait terakhir lagu Anak Domba Allah. Saya ingin ada kedamaian dalam kehidupan pribadi saya, dalam pekerjaan, dalam hubungan dengan sesama, dan dalam kehidupan berbangsa kita (hadeh…). Tapi kalau dipikir-pikir selama setahun ini, saya jauh sekali dari apa yang dipesankan Santo Fransiskus dari Asisi. Saya masih sering ikut jadi pihak yang membakar bara perselisihan, minimal ikut mengipasi. Sekalipun perselisihan yang saya maksud […]