The Lazy Streets Are So Undemanding

comment 1
Catatan Perjalanan / Tentang kota


Drive home from AKY alone. Spend few hours browsing there. Pak Lan told me to lock the door because there’s no one around in AKY tonight. I drive westward through North Ring Road. The North Ring Road is as quiet as an abandoned circuit. I try to ignore the idea of writing something on abandoned circuit. I want to get something in a Warung Burjo at Jl. Monjali, near my place.

A cup of hot tea and a bowl of Burjo….and the empty – lazy streets. I continue to finish my snack, lazily.

The lazy streets of North Ring Road and Jl. Monjali are so undemanding, I decided to recollect some memories from the prior day.

02:30. October 3, 2005
After a bowl of Burjo and nice night bicycling with Guti
Had a very strange dream; drove to a remote beach with some folks in a jeep. I wore black vest, kind of bulletproof vest. As I got there, I found out that I’m with Mbak Fitri and Astrid. They were preparing their move to that remote beach. Mbak Fitri wondered how can she live there, Astrid too.

Woke up because someone phoned me. As I tried 2 recollect my dream, I had a such creepy thought; I remember the painting in Mas Agam’s place. I write it down here because I don’t want to try to forget it.

02:30. October 2, 2005
I suddenly miss the morning I saw in the main streets of Surabaya, especially in the bank of Kalimas river. The light was so nice and warm. If you stand in the Gubeng Viaduct, you can see a very well-lighted horizon.

That was the streets and the mornings I used to see back in high school, when I rode there around 6.30 along with Dirun.

Life is so beautiful. I’m really grateful to live this life. But I demand more beauty tonight. Writing block is such an asshole.

frank_zappa

comment 1
Musik

frank_zappa
Originally uploaded by absolute onie.

pada tahun 1965, zappa masih tinggal di cucamonga, daerah rural amerika. dalam keadaan bangkrut, dengan pacarnya dan beberapa temannya zappa mengelola sebuah studio rekaman dan kerap tampil di klub-klub di kota terdekat dari cucamonga.

harap maklum, cucamonga adalah tipikal kota tahun 60-an amerika serikat yang kental budaya kekolotannya (dan bisa jadi sampai sekarang). kurang lebih sama dengan gambaran kota salt lake city di film slc punk.

entah dengan alasan apa, zappa berniat membuat sebuah film sains fiksi. dibelinya sebuah flat seharga $50 dan membuka audisi.

selain warga cucamonga, yang tertarik dengan audisi ini adalah pihak kepolisian cucamonga. salah satu anggota mereka, sersan detektif jim willis ikut audisi untuk peran senator gurney (yang menurut zappa sendiri adalah peran bajingan).

selain ikut audisi, pak willis tadi juga menawari zappa untuk membuat rekaman film untuk pesta pribadinya. zappa tidak tahu bahwa si willis itu adalah detektif yang biasa disewa polisi untuk menjebak orang.

singkat cerita, zappa setuju dngan tawaran willis. imbalan $100 tentu cukup mengiurkan bagi orang dengan kondisi finansial seperti zappa.

zappa tidak menyadari bahwa dirinya dan komunitas musiknya digolongkan sebagai musuh masyarakat.

akhirnya, malam harinya, zappa dan pacarnya (lorraine) merekam suara-suara orang yg lagi ml. caranya? bukan dengan ml beneran,tp cuma menggoyang2 ranjang mereka dan membuat suara-suara nan saru.

esok harinya, willis muncul membawa uang imbalan. pas saat transaksi berlangsung, polisi dan wartawan muncul dan langsung menangkap zappa.

atas bantuan beberapa teman,zappa dan lorraine bisa dikeluarkan dari tahanan. tapi proses pengadilan yang panjang menunggu mreka. di media massa, citra zappa dan lorraine sudah duluan dihukum.

sejak itu zappa tidak pernah lagi mempercayai sistem pemerintahan amerika serikat dan jargon “american way of life”.

bukannya mengubur dalam2 kenangan buruknya, zappa memastikan bahwa rekaman suara oral seks itu terdengar di setiap albumnya, membasahi masyarakat amerika serikat dan kebudayaannya yang dangkal dan munafik.

dilahirkan dari keluarga imigran italia di amerika, zack sama sekali ga pernah kepengen jadi musisi rock. dia malah pengen komposer musik klasik.

sejak tahun 1966 hingga tahun 2003, zappa teah menghasilkan 71 album. gila. anehnya banyak orang ga ngerti mas yang satu ini.

coba saja dengarkan album zappa seperti; sheik yerbouti, hot rats, atau strictly commercials. dan tentukan; who’s imitating who.

sekedar es krim

comment 1
Current issues

pesta mereka yang terhisap
Originally uploaded by absolute onie.

buat kita, memberi sekedarnya saja kepada yang secara ekonomi jauh berada di bawah kita sudah lebih dari cukup. kurang lebih sama kayak aku yang sudah merasa berjasa banget setelah membuat beberapa anak2 yang ngamen jadi panik gara2 aku memberi mereka permen. awalnya aku pengen nempelin kliping koran ini dengan curhatan soal bbm. tapi setelah aku kirim ke milis kesasar, kok rasanya sudah gak sip lagi. apalagi teman2 juga banyak yang memberi tanggapan, yang jauh lebih terasa ketimbang aku tempel di sini.
lagian aku males mikir berat2. hawa malang sangat sejuk dan lagu2 king crimson lebih enak didengarkan sambil tiduran dan baca biografinya frank zappa daripada berkerut mikirin hal2 berat2 kayak gitu. lagi menggunakan hakku untuk jadi apolitis.

ah aku cerita dikit aja soal frank zappa ini ya..

Yogya malam ini

comments 4
Catatan Perjalanan / Tentang kota

full moon @yk [astrid]
Originally uploaded by absolute onie.

yogya malam ini seperti malam minggu biasanya.rame di beberapa ruas jalan.sesekali ada iring2an mobil atau motor. aku baru keluar am 12malam setelah seharian menyekap diri di kamar dan memaksa mataku memandang peta-peta khayalan di komputer. makan nasi uduk di jakal, kenyang lalu menanyakan kabar panjul. ternyata dia sedang ada acara sama vero dan beberapa kawan di aky. berarti sudah tuntas urusannya dengan si takuro.

setelah beberapa sms akhirnya aku jalan ke aky. mampir di warung beli pecel lele buat panjul. ada segerombolan pemabuk yang muntah sembarangan. asu. untung aku sudah makan.

di aky ternyata ada mumu anwar, faiz dan asep (sudah tidur). takuro sudah tidur di kamar pak lan. capek seharian diajak panjul jalan2 ke prambanan dan borodudur dan melihat sawah2 yang membentang diantara dua candi itu.

tadi aku suruh panjul menanyakan biaya rental motor ke takuro. tapi panjul ga tega, katanya; lha wong iki yo anake tani je (dia ini anak petani juga). ya takuro memang bukan jepang kaya. mungkin moyangnya dulu juga terpaksa jadi serdadu nippon dan mati di belantara asia. kata takuro dia memang kuliah s2 di kyoto tapi dia asli orang ishikawa (daerah di utara jepang). pas aku ajak takuro makan di depot di jl.monjali, dia agak bergidik takut mahal. dia biasa masak sendiri, hemat.

wajahnya memang bersahaja,tapi penuh selidik. aku jadi ingat wajah orang korea temanku kuliah dulu.tapi setelah beberapa hari aku lihat takuro ini memang bersahaja dalam arti sebenarnya, sikapnya, cara bicaranya yang “menunduk”.

mungkin saja dia pelit, kata anwar. ya bisa jadi. tapi dia baik dan aku pikir dia punya cukup alasan u jadi pelit.

hehe. panjul dan takuro dua orang anak petani yang sedang menjajal indahnya dunia petani. kalo kemaren aku lihat cara panjul berinteraksi dengan takuro memang terlihat petani banget, tidak ada yang memimpin tidak ada yang lebih tahu tidak ada yang paling tinggi. keduanya terlihat setara. tapi tanpa sikap pekewuh. sebagai teman saja. sesama manusia rural.

oke, selamat jalan takuro. semoga sukses studimu dan berguna pengalaman di sini. salam bagi orang tuamu. kira-kira sama tidak hijau yang kau lihat di sawah sini dengan sawah di negerimu?

panjul sudah tidur.capek setelah jalan2 dan vodka dan ngomong semalaman. aku mau pulang setelah ini.

yogya malam ini masih gila.tapi lebih puitis dibanding malam2 minggu yang lalu.

trid fotomu aku pakai ya.

CRUISING THE STREETS OF JAKARTA

comments 4
Catatan Perjalanan / Tentang kota


Catatan-catatan ini aku ambilkan dari buku bloknot kecil yang aku beli di Gramedia Margonda. Biasanya aku isi sambil menunggu bus atau taksi sampai di tujuan. Kedatangan ke Jakarta kali ini sebenarnya cuma untuk urusan launching ON/OFF di Aksara Kemang. Tapi jadi agak beda, dan sedikit bermanfaat, karena ada titipan tugas. Buat aku pribadi, hasilnya hanya catatan-ctatan kecil di bawah ini.

Juli 31, 2005. Rumah Alex.
Jakarta again. So many dogs this time, and itches in my foot.
Got here by plane and headed directly to Alex’s place. Nice comfy house. Take some sip of coffee, read some interesting books (about food and personal maps), got so many names in my head. Put them in my phone list.
I think i lost few kilos of my weight in YK. I can hear my bones cracking in this wooden chair.
Try to recall someone i knew back then, who live in this kinda house, and fail. Shes way too far away.
Agustus 2, 2005. PIM
Stuck di Pondok Indah Mall. Gara-gara salah naik angkot, aku jadi telat nyampe di PIM. Niatnya sih pengen merakyat. Siapa dulu yang pernah bilang, “jika ingin paham demokrasi, naiklah bus kota”. Tambah telat ketika aku memilih memulai pekerjaan di Pasaraya Blok M. Setahuku dulu ada Toko Buku Kinokuniya di situ, sekarang cuma ada toko buku lesu dengan pencahayaan muram. Aku cuma baca2 komik impor di situ. Setelah aku naik metromini jurusan Pondok Indah, baru aku sadar bahwa ada bangunan yang namanya Blok M Plaza. Asu.

Agustus 1, 2005. Mall Taman Anggrek
Ketemu Edo kondologit. Perutnya buncit sekali orang itu. So Pace. Jadi inget pace yang sekarang lagi di Ambon. Rasanya baru kemaren aku ketemu dia di bawah tangga sambil ngomongin hal-hal yang nggak bermutu. Bagaimana sekarang sore-sore harimu, pace? Ary punya gambar mengenai sore yang bagus sekali. Coba kau lihat di blognya. Seperti itukah kamu mengingat sore-sore kita? Dengan warna-warna pastel yang mendesak semua kenangan keluar dan menghantam dadamu. Jika cahayanya pas, aku bisa mengingat sore-sore kita, dulu, dengan begitu jelas. Ada warna merah yang melayang-layang diantara cahaya sore dan gelas-gelas kosong kita. Sayang, sore-soreku selama beberapa hari ini hanya di dalam ruangan (dengan komputer) dan di mall.

Aku lagi suka lagu baru Coldplay nih. Mana telingamu?
All that noise, and all that sound,
All those places I got found.
And birds go flying at the speed of sound,
to show you how it all began.
Birds came flying from the underground,
if you could see it then you’d understand?

Sebetulnya siapa yang memisahkan diri? Aku atau kalian? Dengan warna apa kamu mengingat sore-sore itu? Aku akan mengingatnya dengan warna-warna monokrom dan merah sebagai aksentuasinya.

Agustus 2, 2005. Terminal Blok M
(Latar Belakang Catatan:Aku lupa membawa chargerku. Aku kira di rumah Depok ada pemakai Nokia, ternyata tidak ada. Seharian penuh hpku hidup terengah-engah. Komunikasi jadti tidak lancar)
Dengan terpaksa aku mencharge baterei hp-ku di terminal Blok M. Awalnya pengen beli baterei baru. Tapi setelah deal harga (30.000, ya aku tahu, mahal), dibuka bungkusnya dan dicoba ke hpku ternyata ga bisa. Aku emoh beli, sang pemilik kios hp marah.
Mereka minta aku bayar setengah dan aku minta hpku dicharge. Rasanya seperti kalah perang dan kehilangan provinsi paling penting. Ya, inilah charge hp dengan charge termahal yang pernah aku alami.
Moral: Jangan terburu2 dalam melakukan sesuatu.

Di kios itu ada dua orang penjaga. Secara fisik, mereka seperti orang Cina. Seorang diantaranya, yang dari awal hanya duduk di pojok, memakai kopiah. Setelah mereka tahu aku dari Yogya dan apa yang aku kerjakan, situasi menjadi melunak. Bisa juga karena mereka sudah puas bisa mengganti kerugian. Karena pemilik kios pergi, maka aku beramah-ramah dengan orang itu.
Nama aku tidak tahu, dan tidak perlu tahu rasanya. Mengaku berasal dari Yogya, dari “Suhhonatan” dengan sengau di huruf h. Mungkin huruf R yang gagal diucapkan. Siapa dan apa yang menyabotir keluarnya R itu aku hanya bisa menyalahkan darah Cinanya. Rasis yah? Ga ah. Biasa aja menurutku.
“Dimana itu?” tanyaku.
“Dekat Malioboro”. Balasnya. Kali ini Rnya keluar, renyah, garing. RRR.
“Dekat Jl. Sosrowijayan?” Balasku, sambil menerima koran yang disodorkannya.
“Nggih..Ngih” (Iya, Iya)]
?
“Sudah lama di Jakarta?” Aku berusaha meluruskan keadaan.
“Saget” Balasnya sambil menyeringai.

Maka sampai disitulah akhir pembicaraan kami. Aku membaca sebentar koran pemberiannya, koran aneh yang memajang ucapan duka cita bagi meninggalnya Raja Fahd di dua halaman. Akhirnya aku putuskan untuk mengundur rencana ke Mall Kelapa Gading. Capek. Lebih enak ketemuan sama Ipul dan Dody di Walhi.

Up Up and Away.
Took No. 75,
Straight to Mampang.


Agustus 2, 2005. Mampang, dekat TransTV. Sambil nunggu Ipul.

Those TransTV gals looks kinky with their black uniform. Gotta wild imagination about unbuttoning them, and lay them down. Behind those buttons lay a very wet body waiting to be touch. Bah! Waiting is such a fucking thing!

serigala yang lapar

comment 1
Tentang kawan

hungry fox
Originally uploaded by absolute onie.

suatu hari, serigala itu bangun di tempat yang aneh bagi ukuran para serigala. dia terbangun diantara semak-semak yang baru saja dikencingi oleh seekor kucing hutan.

setelah dua kedipan mata, dia cukup yakin bahwa dia sudah bangun dan sudah siap menjalani hidup. mencari makan, tentu saja, adalah hal pertama yang harus dia lakukan hari ini. tapi sebelum itu dia harus minum.

serigala yang lapar akhirnya menemukan makanan paginya. dengan riang gembira dia menghabiskan makanannya, lalu untuk membuat perasaanya lebih lega dia meloncat-loncat, sebelum dia merasa mengantuk. dan mati. karena bangkai yang dia makan mengandung racun.

straylight run

Leave a comment
Musik
straylight run

straylight run

everybody please welcome eastbarrack‘s artist of the month: straylight run.
band ini didirikan pada september 2003 oleh john nolan dan shaun cooper. beberapa kritik mengatakan bahwa genre band ini termasuk “piano-rock”. nah does saybia (atau rush juga mungkin)anything to do with this kind of genre?. aku sendiri juga ga tau apa itu piano rock. mungkin karena keyboard punya peran penting di band-band kayak gini.
sedangkan saya sendiri selaku pengurus eastbarrack (selain koh lalat hijau) baru tahu band ini dari mtv. waktu itu lagunya judulnya: existentialism on prom night. and here’s some of the lyrics from thats songs.

Sing me something soft,
Sad and delicate,
Or loud and out of key,
Sing me anything,
we’re glad for what we’ve got,
Done with what we’ve lost
Our whole lives laid out right in front of us,

lirik lebih jelas dan lagunya bisa didownload di situs resmi mereka. atau mungkin juga di situs yang dibuat para fans mereka.

damn. why cant those words be mine? bener juga kata vero di novelnya, kalau mulutmu sudah terkunci dan kata-kata seolah dicuri. di zaman ini susah jadi orisinil. makanya aku biasanya nggak nulis dan membiarkan lirik-lirik dari beberapa band mewakili perasaanku. dan beberapa puisi dari beberapa penulis tentunya.

olu

oya, koh, kenapa ya aku mendadak pengen dengerin boy george?
karma karma karma karma karma
chameleon

Leave a comment
Tentang kawan

halo, selamat sore.

bahagiakah aku? mungkin saja aku bahagia. melihat kamu seperti itu seharusnya aku berani berpikir bahwa aku bahagia, baik-baik saja. banyak kekurangan tapi dengan penuh kerelaan aku terima kekurangan itu. disakiti, tapi dengan kemampuanku, aku coba maafkan semua yang pernah menyakiti aku.
ini bukan masalah pertemuan yang tidak tepat atau waktu yang meleset. ini lalu lintas perasaan tanpa marka jalan yang jelas dan batas kecepatan minimum yang tidak masuk akal. di situlah aku melihatmu melaju kencang dengan seseorang. tanpa pernah bertanya arah dan tujuannya, kamu terus membiarkan angin merusak semua daftar pertanyaanmu.
di sore hari begini, orang-orang menderu pulang. ibu-ibu kantoran dengan rambut disemir merah, suaminya berbadan sehat besar membawa hp besar. seseorang dengan dandanan tujuhpuluhan, tanpa bermaksud ingin dandan retro, lewat di samping jalan raya sambil meremas-remas sebuah bungkusan. mungkin itu baju yang pernah dipakainya di upacara pernikahannya dulu. yang karena terlalu lamanya dia menyimpan baju itu, dia merasa baju itu menjadi juru bicara terbaiknya, dan teman baiknya. sudah berpuluh kali dia lewati jalanan ini selama hidupnya. helm-helm beterbangan, lampu-lampu mulai menyala, hari mulai temaram.

mendadak aku ingin jadi diriku sendiri, bukan orang-orang itu. aku ingin makan makanan pedas, dan minum minuman panas. jika kamu nanti kebetulan bertemu diriku di sebuah restoran dan melihat aku menangis, itu berarti pertanda bahwa aku sudah kenyang.

olu

Rainbow

Leave a comment
Tentang kawan


I see a rainbow in your eyes.
I see a red line of your hopes
I see a blue line of your future
I see a green line of your love
I see a yellow line of your forgiveness

And below those lines, perhaps my eyes fake me,
I see a gray thin line of your worries
I see a black dotted line of your darkest times,
That reminds me of my darkest times.

This afternoon, I think I see it all.
I am so excited, I choose to forget
That the rainbow is just a small part,
A collection of water particles,
vaporized by the heat,
And performs it self before my eyes,
Helped by the warm hands of the sun,
Flows accidentally…

…From the sea of your soul

comment 1
Tentang kawan

pace,

kamu ngungsi juga akhirnya. aku punya cerita garing. tentang seorang penjaga wartel di rungkut. ingat, ini hanya cerita, garing lagi. kalo kamu baca ini perasaannya kurang lebih sama seperti biasanya kita pura-pura saling curhat di kampus dulu.

dia duduk di halaman sebuah rumah jengki. tahu khan, rumah jengki? rumah-rumah tahun 70-an yang bentuknya aneh nan menarik itu. rumah itu sudah kehilangan fungsinya sebagai rumah, halamannya dipenuhi tumpukan kardus dan jajaran kotak telfon, sebuah kursi malas panjang di bawah pohon mangga, facade yang dipenuhi motor, karena garasinya menjadi tempat rental playstation. dari depan sudah terlihat bahwa ruang keluarganya berubah menjadi toko kelontong, ada rak-rak penuh barang dagangan dan mesin fotokopi.

dia berdeham. melihat pria itu dan mencoba bersikap sopan. perasaan asing yang ramah ini akan selalu muncul setiap kali kamu mendekati orang asing. dan orang itu, orang ambon mungkin, juga merasakan hal yang sama.

ketika dia melayaniku. kulihat disamping mesin fotokopinya ada kitab perjanjian lama yang sudah lusuh, di tembok belakangnya ada gambar yesus berdoa di taman getsemani.

“fotokopi berapa kali, bos(h)?”
“dua kali aja”

rambutnya keriting agak aneh. sepertinya dia harus menemukan teknik pelurusan rambut yang benar. badannya pendek, tapi pundaknya lebar. ada lagi yang lebar, senyumnya, yang dia tunjukkan sambil bertanya fotokopi tadi. senyum tulus yang mungkin hanya bisa kamu temukan di wajah teman sd-mu. pace, orang ini punya senyum.

“aslinya mana…pace?”
“…saya, dari kupang”
“saya pikir dari ambon”
“oh tida, saya dari kupang, iya”

senyumnya muncul lagi. tiba-tiba aku jadi benci dengan senyum jawa-ku. ternyata dia datang ke sini dua tahun yang lalu. dia sekrang tinggal di rumah saudaranya, yang katanya wajahnya mirip aku.

nah, garing khan?

ini puisi linus suryadi yang aku janjikan. aku temukan buku puisinya yang sduah lusuh di sebuah perpustakaan.

purwaka

“kutempuh perjalanan, kutempuh perjalanan”
Dia bernyanyi sepanjang lorong dan gang
Dia bernyanyi mengikuti irama dalam
“Tapi bukan karena ingin berjalan-jalan”