All posts filed under: Tokoh

Soal Hasif Amini,

comment 1
Tokoh

dan sedikit tentang puisi Setelah sekian lama aku diamkan, tadi malam aku baca-baca koleksi tulisan Hasif Amini. Sekarang rasanya Hasif Amini sudah tidak pernah menulis di Kompas lagi. Kok bisa, ya. Aku selalu kesulitan memahami puisi. Tapi membaca tulisannya Hasif Amini, aku jadi suka puisi, atau tepatnya perpuisian. Seolah esai Hasif Amini itu sendiri adalah puisi yang sedang bercerita tentang puisi. Tidak hanya puisi di Indonesia, tapi juga di Islandia (aku paling suka esai Hasif […]

comments 3
Tentang kawan / Tokoh

Magic Displacement Hari ini aku pulang lebih malam, melewati gedung Bala Keselamatan di Pregolan yang dari dulu ingin aku kunjungi sekedar untuk memotret dua ekor anjing yang selalu mengonggong. Suara gonggongannya terdengar seperti anjing kampung. Aku berhenti untuk menyalakan rokok dan mencoba melihat mereka. Sia-sia. Gelap sekali malam itu. Kegelapan menelan mereka seperti berbungkus-bungkus rokok yang perlahan-lahan menelan paru-paruku. Dulu biasanya di malam hari seperti ini aku mampir beli burger Monalisa di Jalan Kaliurang. Terus […]

Warung di Embong Malang

Leave a comment
Tentang kota / Tokoh

Di warung itu gorengannya masih hangat semua, lengkap dengan petisnya; ada kue lumpur yang selalu jadi tusukan garpu si pemilik warung setiap ada yang membelinya untuk dimakan di kantor; ada banyak macam krupuk, bahkan kripik kodok yang dulu biasa dibeli anak-anak untuk tambul mabuk; ada beberapa jenis kacang; ada banyak bungkusan nasi yang siap disantap sebagai sarapan dan mungkin makan siang juga; ada banyak pegawai bank dan pekerja swasta yang mampir sarapan; ada ibu-ibu yang […]

Muh. Muhaimin Syam Mengenai Paus Yohanes Paulus II

Leave a comment
Tentang kawan / Tokoh

Hands are the heart’s landscape. They split sometimes like ravines into which an undefined force rolls. The very same hands which man only opens when his palms have had their fill of toil. Now he sees: because of him alone others can walk in peace. Hands are a landscape. When they split, the pain of their sores surges free as a stream. But no thought of pain– no grandeur in pain alone. For his own […]

Membaca Frida Kahlo, Membaca Potret Diri

Leave a comment
Tokoh

“aku memberi kalian potret diriku agar kalian dapat merasakan kehadiranku sepanjang hari dan malam, sekalipun aku telah tiada” Frida Kahlo Frida Kahlo adalah sebuah perwakilan dari kesedihan yang mendalam, yang selalu memunculkan dirinya di setiap malam menjelang tidur,di mimpi,di setiap lamunan. Kalau saja Frida memendam semua kesedihannya, dunia tidak akan memiliki seseorang yang begitu mempercayai kesedihan seperti orang yang mempercayai kebahagiaan untuk menjadi aksesoris hidupnya. Dan tidak seperti pelukis lainnya, Frida hanya mempercayai satu figur […]

Sama Rasa dan Sama Rata

Leave a comment
Tokoh

Marco Sinar Djawa Rebo 10 April 1918 no. 81. Sair inillah dari pendjara, Waktoe kami baroe dihoekoemnja, Di-Weltevreden tempat tinggalnja, Doea belas boelan poenja lama, Ini boekan sair Indie Weerbaar, Sair mana jang bisa mengantar, Dalam boei jang tidak sebentar, Membikin hatinja orang gentar, Kami bersair boekan krontjongan, Seperti si orang pelantjongan, Mondar mandir kebingoengan, Jaitoe pemoeda Semarangan, Doeloe kita soeka krontjongan, Tetapi sekarang soeka terbangan, Dalam S.I. Semarang jang aman, Bergerak keras ebeng-ebengan. Ini […]

Marco

Leave a comment
Tokoh

Sinar Hindia, no. 190. Hari Saptoe 21 September 1918, tahoen ke 19. Sebagai toean pembatja makloem, didalam Sinar hari Kemis 19/9/18 ada soerat kiriman dari seorang perampoean istri Mantri Politie: Raden Ajoe Mohamad Soeprapto gebooren Soewardi di Ambarawa, soerat mana jang semata mata membela soeaminja. Inilah soedah menoendjoekkan, bahwa fihak kita perampoean sekarang ini soedah soeka toeroet tjampoer kepada perkara perkara jang dioeroes fihak lelaki. Saja taoe, bila R.A. Moh Soeprapto, seorang dari fehak perampoean, […]