Melihat Laron Aku Teringat Sartono Kartodirdjo

Leave a comment
Tokoh

(In Memoriam Sartono Kartodirdjo)

Ada laron! Sudah lama aku tidak melihat laron. Mereka beterbangan mengerumuni lampu di lorong kantor. Tadi aku berjalan menembus gerombolan laron itu dan salah seekor di antara mereka mencoba masuk ke telingaku. Aku biarkan saja. Dia tidak jadi masuk, hanya menggelitik telingaku.

Barusan aku keluar lagi jumlah mereka sudah banyak berkurang. Kamu bisa jalan lewat lorong tanpa harus berusaha melindungi semua lubang tubuhmu seperti aku tadi.

Sayang sekali aku harus melihat mereka di saat lembur seperti ini. Beberapa konsep visual dan tulisan menunggu untuk diselesaikan. Hhh…

Masih ada kehidupan di luar sana yang sangat mencintaiku; suara lonceng penjual es, jalanan Surabaya yang basah, laron-laron; ekstase-ekstase yang masih akan aku jumpai kapan pun; kehidupan begitu kaya dan aku sungguh sangat mencintainya!

Pak Sartono, seperti itukah dunia yang kamu lihat (dengan mesu bumi-mu)? Malam ini akan aku baca lagi buku-bukumu, mungkin Pemberontakan Petani Banten 1888 dulu.

Selamat jalan Pak….

The Author

Mungkin kamu pernah kenal aku. Sementara ini aku tinggal di Timika, Papua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s