Membaca Frida Kahlo, Membaca Potret Diri

Leave a comment
Tokoh

“aku memberi kalian potret diriku agar kalian dapat merasakan kehadiranku sepanjang hari dan malam, sekalipun aku telah tiada”

Frida Kahlo

Frida Kahlo adalah sebuah perwakilan dari kesedihan yang mendalam, yang selalu memunculkan dirinya di setiap malam menjelang tidur,di mimpi,di setiap lamunan.

Kalau saja Frida memendam semua kesedihannya, dunia tidak akan memiliki seseorang yang begitu mempercayai kesedihan seperti orang yang mempercayai kebahagiaan untuk menjadi aksesoris hidupnya. Dan tidak seperti pelukis lainnya, Frida hanya mempercayai satu figur yang bisa menjadi representasi bagi dunia di dalam dirinya dan dunia di luar dirinya, yaitu dirinya sendiri. Seakan-akan pada dirinyalah, seluruh dunia yang mengelilingi dirinya berpusat dan mengadakan sebuah pesta besar.

Frida hanya mempercayai keseluruhan fisiknya sebagai obyek yang bisa menjadi medan pergerakan semua perangkat kreatif dan kumpulan memori. Kejadian traumatis yang menimpa diri Frida mungkin menjadi alasan bagi Frida yang selalu menggunakan dirinya sebagai obyek utama dalam setiap lukisannya. Kehidupannya selalu diwarnai dengan penderitaan fisik. Pada umur 5 tahun,dia menderita Polio. Sebuah kecelakaan bus yang menimpa Frida pada tahun 1925 melukai dirinya mulai dari perut hingga panggul. Teknologi kedokteran Mexico yang masih belum maju pada masa itu menyebabkan penderitaan yang luar biasa bagi Frida karena harus mengalami 32 kali operasi berat. Pun, setelah kesembuhannya, Frida Kahlo tidak dapat memiliki anak seumur hidup karena parahnya luka yang diderita

Dengan kondisi fisiknya yang seperti ini lukisan-lukisannya lebih banyak diproduksi di atas tempat tidur.

Banyak orang mengira Frida Kahlo adalah seorang surrealis, terlebih apabila ketika melihat lukisan potret dirinya, dalam keadaan terluka,tersayat, atau terinfiltrasi benda-benda asing. Frida sendiri menyangkal anggapan ini dengan mengatakan “orang selalu mengira bahwa diriku adalah seorang surrealis. Aku tidak pernah melukis impian. Aku selalu melukiskan kenyataan”.

Kebanyakan hasil karya Frida Kahlo menggambarkan pengalaman hidup pribadinya,mulai dari penderitaan yang harus ditanggungnya akibat kecelekaan bus ketika dia masih berumur 18 tahun,hubungannya yang penuh konflik dengan Diego Rivera hingga keterlibatan dirinya dalam gerakan Kiri dan Revolusi Mexico.

Lukisan Frida seperti “Two Fridas” ( Dua Diri Frida ), menggambarkan dua potret dirinya yang saling duduk berdampingan, namun dengan dada yang berlubang di Frida yang pertama dan Frida yang kedua sedang memegang jantung Frida pertama tersebut. Tema yang serupa dengan “Two Fridas” bisa kita temukan lukisannya seperti “My Nurse and I” ( Suster dan Diriku ). Dalam “The Wounded Deer” ( Rusa yang Terluka), Frida menampilkan dirinya sebagai binatang. Dalam “Portrait on the borderline between Mexico and The United States” ( Potret di perbatasan Amerika dan Mexico ) Frida menampilkan dirinya sebagai sebuah benda di tengah-tengah benda yang lain, sebagai patung dengan baju berwarna merah muda yang berdiri di antara benda-benda yang mewakili kondisi sosial Mexico yang masih tradisional di salah satu sisi dan sisi lain yang menggambarkan keunggulan teknologi Amerika.

Frida Kahlo dilahirkan pada 6 Juli 1907. Sekalipun demikian,Frida sering mengaku bahwa dia dilahirkan pada tahun 1930,tahun pecahnya Revolusi Mexico karena dia ingin hidupnya dimulai berbarengan dengan dimulainya era modern Mexico.

Frida Kahlo memiliki kehidupan asmara yang menarik. Dia pernah memiliki hubungan dekat dengan Leon Trotsky dan istri Andre Breton. Sekalipun pada akhirnya dia memilih untuk menikah dengan Diego Rivera, seorang pelukis.

Frida bertemu untuk pertama kalinya dengan Diego Rivera pada saat Diego sedang menyelesaikan seni muralnya di Amphitheater Bolivar, Mexico city pada tahun 1922. Sementara Diego sendiri masih berstatus suami dari Lupe Marin,yang juga merangkap sebagai model untuk lukisan-lukisa Diego Rivera. Mereka sempat bercerai setelah 10 tahun perkawinan mereka dan menikah kembali hingga Frida Kahlo meninggal dunia

Mereka akhirnya menikah pada tahun 1929,sekembali Diego Rivera dari Soviet Uni pada tahun 1928. Pada saat itu Lupe Marin sudah menjadi bagian dari masa lalu Diego.

Ketika Frida Kahlo meninggal pada tahun 1954, Rakyat Mexico memiliki cara tersendiri untuk menungkapkan duka mereka. Dengan sebuah frase :” temanku,sahabat rakyat Mexico, engkau masih hidup”

The Author

Mungkin kamu pernah kenal aku. Sementara ini aku tinggal di Timika, Papua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s