All posts filed under: Papua

Cerita Anak Gunung Nemangkawi 

Leave a comment
Papua / Tentang kawan

(Obituari singkat Vebian Magal) Mt mlm Mas Oniyoma, tulis Pak Vebian Magal di inbox Facebook di awal bulan Desember 2025. Pesan itu baru saya baca beberapa hari kemudian dan cukup bikin kaget.  Gimana ga kaget. Sejak bulan Agustus 2025 saya dengar kabar bahwa Pak Vebian sedang kurang sehat. Beberapa kali saya menyapa melalui whatsapp tapi tidak terbalas. Di bulan Desember saya Kembali dengar kalau kondisi kesehatannya menurun.   Amole Kepala Suku. Selamat Natal dan Tahun Baru. […]

Amole!

Leave a comment
Catatan Perjalanan / Papua / Tentang kawan / Tentang kota

(Catatan perjalanan dari tahun 2008) Lampu lalu lintas berubah menjadi hijau. Sebuah mobil Toyota Hilux di samping mobil yang kami tumpangi bergerak perlahan berbelok ke timur. Menyusul di belakang mobil, serombongan motor bergerak tergesa-gesa. Hampir semua pengendara motor mengenakan jas hujan berwarna kuning dengan tanda silang warna perak di punggungnya. Mas Eko sedang menggaruk-garuk dagunya ketika aku menaikkan kecepatan kendaraan dan wiper. Hujan semakin deras.  Mungkin dia sudah tahu bahwa aku memiliki cara sendiri dalam […]

Catatan Malaria

Leave a comment
Papua

Malam senin awal minggu pertama bulan Mei, belum lama setelah membaca sebuah novel yang seorang tokohnya kena Malaria tetiba tubuh saya rasanya agak sedikit menggigil. Saya sudahi dulu membaca Burung Kayu karya Niduparas Erlang dan beranjak tidur sambil agak menggigil. Malam berikutnya, tubuh makin terasa menggigil dan muncul rasa nyeri di lutut kiri. Di masa pandemi seperti ini, mengalami gejala seperti itu langsung menimbulkan tanya. Dan karena di Papua, pertanyaanya kemudian jadi; ini Covid atau […]

By the Beaches of Keakwa

Leave a comment
Catatan Perjalanan / Papua

I want to ride a bike by the beaches of Keakwa with you.   Speeding along the cloudy horizon, passing a Japanese artillery wreck, feeling the wind in my face, its April, I said what the heck,  you said you got a flat tire, so we stop, abruptly, like any other event here. Lets just run, you said Feeling the sand in my foot, And seeing the smiley faces Of the Kamoro children We run, […]

Sorghum di Timika

Leave a comment
Papua / Tentang kawan

Alkisah, di bulan Desember 2016 ada pembicaraan antar provinsi soal budidaya Sorghum di Papua. Dalam pembicaraan itu, seorang oknum dengan pede-nya bilang kalau di Papua pernah ada penanaman Sorghum. Tapi di Papua Nugini. Tidak lupa oknum kita itu menyertakan tautan berita hasil penanaman Sorghum di sebuah tempat di Papua Nugini bernama Lembah Markham. Oknum itu jadi ingat Aliarcham, anggota Sarekat Islam Merah yang dibuang ke Boven Digoel oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda dan tentu saja […]

Kuala Kencana; dari Freeport untuk Indonesia

comment 1
Papua / Tentang kota

  Burung elang itu terbang rendah. Saking rendahnya aku bisa mendongak ke atas sambil mengendalikan mobil dan masih bisa mengikuti cara terbangnya yang anggun. Jam di hapeku menunjukkan pukul 07:30. Cuaca cerah sekali dan tidak lembab walau tadi malam hujan lebat. Masih cukup waktu menempuh jarak 22 kilometer dalam waktu kurang dari 30 menit dan menyeduh kopi di kantor. Pagi terasa begitu indah hingga di depan nampak deretan mobil berhenti dan orang-orang keluar dari dalam […]

Pulang

Leave a comment
Catatan Perjalanan / Papua

Ketika mobilku melintas di depan Rumah Transit Bobaigo di SP-2, langit Timika memerah dan dua ekor burung Maung (Amungme: Rangkong) nampak terbang dengan tenang ke arah utara. Sudah lama aku tidak lihat burung Maung. Mereka biasanya terbang berpasangan, tidak terlalu tinggi sehingga jika suasana sepi kamu bisa mendengar kepakan sayapnya. Dengan semakin banyak penduduk, mereka pasti makin terdesak. Apalagi di daerah SP-2 yang makin padat setiap hari, sekalipun langganan jadi lokasi bentrokan antar kelompok warga atau akrab disebut perang […]

Selamat Jalan, Bapa John

comment 1
Papua / Tentang kawan

Sambil memanaskan air untuk membuat kopi pagi, aku membaca semua pesan dan kabar yang muncul di handphone dan menekan tombol “mute for 1 week” (seharusnya “1 year”) di beberapa grup WhatsApp yang sedang meributkan rencana demonstrasi menolak Ahok di Jakarta, dan menyadari sudah hampir seminggu aku melewatkan rencana membuat status Facebook soal ulang tahun yang ku jamin akan mengharu-biru dan mendulang ratusan “like.” Aku juga baru sadar kalau sudah lama tidak baca koran lokal Timika. Sudah […]

Penjual Emas

Leave a comment
Catatan Perjalanan / Papua / Tentang kawan

Bapak itu menumpang mobil kami ke Timika. Mau ke Timika Indah katanya. Dia berasal dari Nabire daerah gunung ke arah Homeyo. “Lewat Kilo 100?” tanya Vembri. “Ah, tidak, dari Homeyo lurus ke Enarotali, lurus ke Enaro, ke Dumada, ke Tembagapura. 1 minggu jalan kaki dengan John Kas.” Dia menjelaskan rute perjalanannya ke Timika. Perjalanan yang ditempuhnya 16 tahun yang lalu dengan John Kas (pendeta John Cutts maksudnya). Sejak itu dia tinggal dan bekerja di Timika. […]

Kisah Anton Pinimet

comment 1
Papua / Tentang kawan

“Anak perempuan (saya) dua sudah ke Moanemani, sekarang mau bawa anak bungsu laki ke Kaokanao? Jangan, Pater” Tukas Mama Julita Deikme sambil mendekap anaknya. Pater Frankenmollen, pastur paroki Akimuga, dengan sabar melanjutkan penjelasannya. Beberapa saat kemudian, dengan bantuan Pak Marten Katagame, Mama Julita akhirnya mengizinkan Anton Pinimet untuk melanjutkan sekolah kelas 3 SD di Kaokanao. Di Kaokanao, Anton tinggal di asrama di bawah binaan para pater. Sayangnya, Anton hanya setahun saja di Kaokanao. Menjelang naik […]