Author: Onny Wiranda

Warung di Embong Malang

Leave a comment
Tentang kota / Tokoh

Di warung itu gorengannya masih hangat semua, lengkap dengan petisnya; ada kue lumpur yang selalu jadi tusukan garpu si pemilik warung setiap ada yang membelinya untuk dimakan di kantor; ada banyak macam krupuk, bahkan kripik kodok yang dulu biasa dibeli anak-anak untuk tambul mabuk; ada beberapa jenis kacang; ada banyak bungkusan nasi yang siap disantap sebagai sarapan dan mungkin makan siang juga; ada banyak pegawai bank dan pekerja swasta yang mampir sarapan; ada ibu-ibu yang […]

Di sekitar 3 hari untuk selamanya

Leave a comment
Film

Nice point of view, Vero. Generasi muda sekarang memang punya banyak beban (beban sejarah misalnya, ciee…) tapi dalam perjalanannya tidak harus selalu mengumbar bebannya itu. Sekarang ini banyak anak muda yang kepengen tampil berisi nyatanya malah kosong at, padahal sudah telanjur menguras semua pengetahuannya. Dan begitu sadar bahwa semua pengetahuannya sudah telanjur dikeluarkan dan tidak ada yang “kena” mereka jadi bingung sendiri. Aku tidak ingin menyebutkan contohnya. Kita punya contoh masing-masing. Bahkan mungkin diriku sendiri […]

Jalan-jalan ke Malang, Setahun yang Lalu

comments 2
Catatan pertunjukan

  Setahun yang lalu, kalau tidak salah, aku terakhir melintasi jalan tol Waru-Gempol. Pemandangannya sama persis seperti yang kamu ceritakan: hamparan sawah nan hijau, desa-desa dan pabrik yang saling berjabat tangan, dan Gunung Semeru yang anteng duduk memangku semua dunia mimpi orang Jawa. Aku sungguh sangat takjub melihat Semeru. Gunung Merapi yang biasa aku lihat dulu setiap berangkat kerja rasanya tidak ada apa-apanya. Bedanya, Merapi terlihat cantik sekali karena dari Jalan Monjali (sekarang namanya jadi […]

Taman Bungkul

comments 7
Tentang kota

Gelembung-gelembung itu terbang meninggi dan meliuk ditiup angin. Beberapa gelembung melintasi segerombolan orang. Sebuah gelembung sanggup bertahan cukup lama, hingga menabrak lampu taman, tidak jauh dari seorang anak kecil yang berusaha melontarkan mainan “putar-putaran”nya. Setelah berusaha beberapa kali, akhirnya anak kecil itu berhasil melontarkan mainan yang terbuat dari bambu dan kertas mika itu. Wussh…Mainan itu terlontar ke atas dan turun ke bumi sambil berputar-putar, sesuai namanya. Hampir setiap sore kita sekarang bisa menikmati pemandangan menyenangkan […]

Dialog Panjang 1998-2001

Leave a comment
Tentang kawan

Bila kau malu-malu mengakui dan mengenang “zaman perjuangan”, maka sejarah generasimu akan ditelan bulat-bulat oleh kemegahan Angkatan ’66. Bukan untuk meniadakan, tapi mengkritisi bahwa generasi kita jauh lebih “berdarah-darah” karena…tentara di depan kita dan bukan di belakang kita. Raudal Tanjung Banua Sekalipun berbeda, melihat sampah plastik dibakar dan melihat atribut polisi atau tentara yang dibakar membangkitkan perasaan yang sama; perasaan bahwa hubungan kita dengan sekeliling ternyata sangat rentan karena jembatan penghubung antara diri kita dengan […]

Leave a comment
Tentang kawan

Namanya Andi Namanya Andi. Tapi entah kenapa teman-temanku SMP dulu memanggilnya Sacing. Bukan ejaan “cing” seperti cara anak-anak Jakarta menggunakan “cing” di akhir kalimat (ya, sempat ngetren kan dulu?). Ejalah Sacing itu seperti kamu mengucapkan “Kucing”. Dan mungkin kata Kucing itu yang kemudian membentuk Sacing. Setahuku dia dulu bukan penggemar kucing. Wajahnya juga tidak mirip kucing. Tapi memang ada sesuatu yang ”kucing” di dalam dirinya; orangnya kalem dan lembut tapi terkadang bisa membuat orang-orang di […]

Seharusnya ini Tertulis di Kolom Comment

Leave a comment
Tentang kawan

(untuk tulisan berjudul A Mad Report) Masa seperti kantormu? Aneh sekali, seperti masuk ke ruangannya Bu Ailanda saja. Sesekali bertandanglah ke Gejayan Soropadan. Lebih banyak orang aneh atau paling tidak orang yang menganggapmu aneh padahal mereka sendiri aneh tidak karuan. Tapi paling tidak mereka tidak mengeluarkan suara seperti Gorila sedang birahi. Kecuali mungkin si Fembry atau Ramses yang suka tidur sembarangan (asal ada bidang datar) dan mengeluarkan suara dengkuran aneh. Akhir-akhir ini di Gejayan sering […]

Berjalan Kaki di Indonesia

Leave a comment
Tentang kota

Di kota-kota besar Indonesia, mungkin kita jarang sekali menemukan trotoar-trotoar yang dipenuhi oleh para pejalan kaki yang berjalan tergegas. Mungkin hanya di Jakarta dan beberapa kota besar lain di Indonesia, itu pun pada jam-jam tertentu, pada jam makan siang misalnya. Setelah itu, trotoar biasanya lebih banyak kita saksikan digunakan oleh para pedagang kaki lima dan orang-orang yang menunggu angkutan umum. Tulisan ini tidak berniat mencari penyebab mengapa trotoar diIndonesia tidak berfungsi, apalagi menyalahkan para pedagang […]

Ketemu Plat M

Leave a comment
Tentang kawan

Halo Njul, piye kabarmu? Seperti biasa sore ini anak-anak mulai balapan. Suara mobil meraung-raung. Sementara ini aku belum jadi peserta tetap. Kadang ikut kadang enggak. Lebih enak internetan. Sambil ngopi2, tapi sayangnya ga bisa ngerokok di tempat ini. Kemarin aku ketemu motor plat M. Nggak cuma ketemu, aku ngobrol sama orang plat M. Waktu itu aku pulang kerja, sambil nyantai menyusuri jalanan Surabaya. Menjelang viaduct Gubeng, mendadak ada motor mendekat. Wah rampok model apa lagi […]

Malam ini Aku Tidak Melihat Pesta Cahaya

Leave a comment
Tentang kota

Malam ini aku tidak melihat pesta cahaya. Tidak melihat lilin-lilin yang terbakar menerangi gereja yang gelap gulita. Ya. Masih kusimpan lilin dari Paskah yang lalu. Lilin yang nyaris aku tinggal saat aku pindah dari Yogyakarta ke Surabaya. Sekarang ada dan bisa kamu lihat di meja kecil dekat cermin di kamarku. Ah. Gereja Banteng setahun yang lalu. Saat itu kamu rasanya juga tidak bersamaku. Seperti sekarang ini. Sama seperti saat kita melayat ke pemakaman nenekmu. Di […]