Di sekitar 3 hari untuk selamanya

Leave a comment
Film


Nice point of view, Vero. Generasi muda sekarang memang punya banyak beban (beban sejarah misalnya, ciee…) tapi dalam perjalanannya tidak harus selalu mengumbar bebannya itu. Sekarang ini banyak anak muda yang kepengen tampil berisi nyatanya malah kosong at, padahal sudah telanjur menguras semua pengetahuannya. Dan begitu sadar bahwa semua pengetahuannya sudah telanjur dikeluarkan dan tidak ada yang “kena” mereka jadi bingung sendiri. Aku tidak ingin menyebutkan contohnya. Kita punya contoh masing-masing. Bahkan mungkin diriku sendiri sangat pantas digunakan sebagai contoh.

 

Bagaimana dengan para polisi moral itu? Mereka itu justru yang terlihat sangat penuh dan utuh. Gimana lagi, mereka bukan kumpulan orang, tapi cuma sekumpulan daging yang dinyalakan oleh kebencian dan kedengkian. Melihat mas-mas berjenggot dan celana kebanjiran itu, aku merasa seperti melihat pasukan Nazi yang tanpa ragu membunuh nenek-nenek di Prancis, seperti melihat anjing pitbull menyerang maling sampai tangan si maling sandal itu diamputasi.

 

Aku nulis ini di sini soalnya males bikin akun di multiply dan karena beberapa resensi “kosong” soal film ini yang aku baca di beberapa milis. Aku belum nonton film ini, dan kalau memang film ini jelek aku nggak akan ndhobos soal anak muda atau kesadaran atau apa gitu. Oh ya, semoga postingku beberapa hari sebelumnya tidak terlihat kosong. Coba, kawan-kawan, bacalah dan nilailah: kosong, ga jelas, atau malah bagus banget? Hehe.

The Author

Mungkin kamu pernah kenal aku. Sementara ini aku tinggal di Timika, Papua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s