Reply 1988

Leave a comment
Film / Keluarga

Akhirnya tuntas juga nonton 20 episode Reply 1988. Ini serial terpanjang yg pernah saya tonton setelah Messiah dan The Man in the High Castle. 

Reply 1988 adalah kisah persahabatan lima orang remaja dan keluarga mereka yang tinggal di sebuah daerah bernama Ssangmun di Seoul. Keluarga Sung  yang tinggal di kontrakan semi bawah tanah krn bapaknya terjerat utang saudaranya, Keluarga Kim yg  awalnya miskin tapi lalu kaya mendadak krn menang lotere, keluarga Dong yg paling sibuk di antara semua keluarga, keluarga Ibu Sun yg menjanda dan hidup pas2an, dan keluarga Choi yg menduda dan memiliki toko jam. 

Masing2 keluarga itu memiliki anak2 yang dilahirkan pada awal tahun 1970an dan pada tahun 1988 sudah di bangku SMP.  Yang paling akrab di antara mereka adalah Deok Sun yg cantik tapi scr akademik tdk cemerlang, Bo Ra kakaknya yg pintar tapi judes, Sun Woo yg pintar dan bertanggungjawab, Jung Hwan si sinis tapi pintar, Dong Ryong yg lucu dan Choi Taek (dibaca: Cu Tek) pemain Go Game terkenal yg kalem.  

Yang menggerakkan cerita bukan hanya soal percintaan seiring mereka bertumbuh menjadi remaja, tapi juga kisah2 masing2 keluarga. Kalau dipikir2, sepertinya malah lebih banyak cerita lucunya, seperti ibu2 yg gagal ikut lomba nyanyi gegara mabuk dan salah bawa kaset. Selain ceritanya, yang membuat saya bertahan nonton hingga 20 episode drakor hasil karya sutradara Shin Won – ho ini adalah latar belakang sejarahnya. 

Latar belakang sejarahnya sangat menarik. Pada tahun 1988, Korea msh belum mengimpor K-pop, gawai2 canggih dan chaebol2 yg bisnisnya menggurita di banyak belahan dunia, bahkan hingga belantara Papua. Korea tahun itu baru saja beranjak menjadi macan Asia, yang ditandai dengan kemampuan mereka menggelar Olimpiade 1988. Karena itu suasana dan relik2 tahun 1980an yg ditampilkan di serial ini cukup akrab dg suasana negara berflower kita tercinta ini, seperti suasana kampung di tengah kota, ibu2 yg nongkrong, demonstrasi dan represi yg menyusul, warung kaki lima, jambret, dan gas elpiji bocor. 

Setelah Reply 1988 masih ada serial Reply 1994 dan 1997. Sepertinya menarik juga  tapi saya mau nonton film Indonesia dulu aja. Mungkin yg skrg lagi ramai dibicarakan, Tilik. 

The Author

Sementara ini tinggal di Timika, Papua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s