Akimuga

Leave a comment
Papua
Akimuga

Nama Akimuga (aku lebih memilih menggunakan Akimuga katimbang Agimuga, seperti Kaokanao katimbang Kokonao) sudah aku dengar sejak pertama kali kenal dengan Pak Abraham Timang. Demikian pula sejarahnya yang panjang, sekalipun hanya melalui penjelasan-penjelasan yang membingungkan dari Pak Abraham Timang dan Pak Titus Kemong. Di internet dan perpustakaan Kuala Kencana tidak banyak informasi yang aku dapatkan tentang distrik di sebelah timur Timika ini, selain penjelasan singkat mengenai kasus kejahatan dan program-program pemerintah yang dijalankan di Akimuga.

Selama setahun aku di Timika, selalu saja aku tidak sempat ikut perjalanan ke Akimuga. Tapi ada untungnya juga. Karena perjalanan terakhir ke Akimuga diwarnai dengan insiden yang menegangkan, speedboat yang mengangkut tim Biro Pendidikan nyaris meledak. Semua penumpang, kecuali Pak Titus Soway motorist, melompat ke dalam sungai dan demgan segera ditelan kegelapan malam dan kegagapan diri mereka berenang dengan pakaian lengkap.

Kalau aku ikut pasti udah bingung, mau nyelamatin diri atau kamera, atau malah diselamatkan teman karena timbul tenggelam. Kemarin dari helikopter aku lihat sungai yang menjadi jalur ke Akimuga. Panjang sekali. Kalau tidak ada perubahan rencana, sungai itu yang akan aku lalui minggu depan.

Perjalanan akan dimulai dari Kuala Kencana – Timika untuk menjemput teman-teman; Timika – Hiripau, tempat sandar speedboat; Hiripau – (kemungkinan) Amamapare atau mungkin langsung tembak ke Omawita menerobos keluar dari daerah kontrak karya PTFI; Omawita – Otakwa, kalau tidak salah ini sudah mulai masuk daerahnya orang Asmat; Otakwa – Fakafuku; Fakafuku – Kiliarma, kampung pertama dari rangkaian tiga kampung Kiliarma-Amungun-Aramsolki yang legendaris itu.

Semoga dari perjalanan kedua ke Akimuga aku akan membawa lebih banyak cerita. Perjalanan pertama kemarin bukannya tanpa cerita. Ada banyak sekali cerita. Bahkan sebuah cerita yang perlu diketahui semua manusia di Indonesia, bahwa tanah Akimuga pernah dicemari kejahatan militer dan masih terasa hingga kini dampaknya.

Kalau saja aku tidak malas dan pekerjaan tidak banyak pasti akhir minggu sudah bisa kupasang di sini tulisan itu. Tapi aku janji, kawan, akhir minggu ini akan aku selesaikan.

The Author

Mungkin kamu pernah kenal aku. Sementara ini aku tinggal di Timika, Papua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s