Surat buat mas wahyu

Leave a comment
Tentang kawan

halo mas wahyu,

maaf aku belum bisa balas pesan sampean. saat itu aku baru saja menginjakkan kaki di stasiun gubeng, surabaya. malam itu lengang sekali tidak seperti biasanya. padahal mas wahyu tahu kan? biasanya selalu ada band yang main di situ dan ada beberapa orang yang sepertinya duduk di kursi tunggu tidak untuk menunggu kereta tapi untuk menunggu lagu kesayangan mereka dimainkan.

begitu turun dari kereta aku tidak langsung menuju ke pintu keluar tapi ke warung kopi di sebelah kanan dekat toilet. terlihat olehku peralatan band dikurung di dalam sebuah kotak, jam di atas loket masuk yang dulu sempat terekam kamera seorang teman, beberapa wajah yang begitu cepat sekali aku lupakan, dan warung kopi yang sudah bersiap mau tutup.

karena mau tutup akhirnya aku ga jadi mampir beli kopi lalu berbelok arah kembali ke pintu keluar, cari taksi, dan langsung melompat ke dalamnya.

pemandangan yang paling aku suka saat kereta mulai masuk surabaya adalah saat kereta melintasi stasiun wonokromo. di sebelah kanan akan kita lihat warung kopi yang didirikan di tengah2 kegelapan. beberapa orang terlihat bergerombol di kursi panjang yang diletakkan di depan, sebagian yang kurang beruntung terpaksa duduk berdesakan di kursi lebih kecil yang diletakkan di samping kiri dan kanan.

beda dengan di yogya, warung kopi di surabaya tidak menggunakan lampu ‘oblik’ sebagai penerangan tapi menggunakan neon atau lampu petromaks. ah ya sampean pernah bilang ya kalau perbandingan itu tidak tepat. angkringan di yogya tidak bisa serta merta disebut warung kopi karena “wong jogja gak doyan ngopi”.

tapi yah paling tidak itu adalah perbandingan yang aku buat antara titik pertemuan para flanerie (aku belum nemu terjemahan yang tepat untuk kata ini dan sejauh mana itu bisa dipertanggungjawabkan dalam konteks keindonesiaan).

pemandangan berikutnya adalah warung kopi di daerah kaliwaron tempat taksi biasa melintas membawaku ke rumah. banyak sekali warung dipenuhi orang.

aku jadi sering membayangkan ngobrol sama sampean di warung kopi di saat malam hari. mana pernah dulu kita ngobrol malam2? selalu di siang hari terik atau sore. sampean dengar ga kalo si jojo buka warung kopi juga? katanya di daerah unair depan warnet bintang.

pasti asyik rasanya. jauh lebih asyik dibandingkan balas2an sms. semoga nanti aku bisa mampir di warung sampean yang baru. katanya di dekat petra yah.

The Author

Mungkin kamu pernah kenal aku. Sementara ini aku tinggal di Timika, Papua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s