teringat neruda

comments 2
Buku



teringat dengan nerudakah dirimu, ketika melihat sebuah buku besar berwarna sampul merah muda, yang dulu kamu bawa kesana kemari di sebuah hari yang panas. lalu karena capek atau karena ingin melupakan pekerjaan kamu duduk di bangku panjang, tidak jauh dari tempatku duduk.

sekilas aku melihat kamu memandangi buku itu dengan pandangan yang kosong, lalu mulai membuka lembaran kertas dan membuat teman-temanmu bertanya “tumben baca buku”. tapi mungkin karena sudah terlalu kesal dengan seseorang di antara mereka yang suka membicarakan dirinya sendiri tanpa henti, kamu memilih tidak menjawab pernyataan itu, kamu memilih membaca sebuah puisi dengan judul yang lumayan panjang; fable of the mermaid and the drunks. karena merasa akrab dengan kata “fable” dan “mermaid” kamu memilih membaca buku kumpulan puisi yang ditulis dalam dua bahasa itu dari puisi neruda yang satu itu.

lalu mulailah kamu membaca, dalam hati, sekalipun ada gejolak perasaan antara ingin membaca dalam hati dan ingin membacakan puisi itu kepada kawan-kawanmu;

fable of the mermaid and the drunks

All those men were there inside,
when she came in totally naked.
They had been drinking: they began to spit.
Newly come from the river, she knew nothing.
She was a mermaid who had lost her way.
The insults flowed down her gleaming flesh.
Obscenities drowned her golden breasts.
Not knowing tears, she did not weep tears.
Not knowing clothes, she did not have clothes.
They blackened her with burnt corks and cigarette stubs,
and rolled around laughing on the tavern floor.
She did not speak because she had no speech.

hingga baris itu kemudian kamu tergoda untuk membacakannya pada kawan-kawanmu, she did not speak because she had no speech. cukup keras hingga aku mendengar satu baris itu dengan cukup jelas dan untuk diingat dalam-dalam dan untuk aku ingat dengan jelas hingga hari ini.

kemudian karena seseorang sudah menantimu, kamu beranjak meninggalkan tempat dudukmu dan membawa serta buku tebal berwarna sampul merah muda itu, lalu melintas dengan cepat dari tempatku duduk. tentu kamu tidak akan melihat bahwa saat itu aku sedang bersama dua orang kawanku, bahwa hanya aku yang memandangi dirimu, dan mungkin karena arah angin bau badanmu sempat tercium olehku dan membuatku memandangi kelopak matamu dengan lebih seksama, dan bahwa saat itu kamu juga sempat mengarahkan pandangan ke diriku,


Her eyes were the colour of distant love,
her twin arms were made of white topaz.
Her lips moved, silent, in a coral light,
and suddenly she went out by that door.
Entering the river she was cleaned,
shining like a white stone in the rain,
and without looking back she swam again
swam towards emptiness, swam towards death.

dan karena peristiwa itu aku sambar lagi sebuah botol air mineral berisi vodka yang sedari tadi aku konsumsi bersama dengan dua orang kawanku, aku nyalakan rokok dan tidak berhenti mengulang-ulang baris kalimat puisi neruda yang tadi kamu bacakan.

mungkin sesampainya di rumah, kamu hanya akan membaca buku itu sekedar untuk menuruti anjuran seseorang yang -karena begitu kurang kerjaannya dan dengan kurang ajar memandang dirinya sebagai penggemar neruda- menyarankan kamu membaca puisi-puisi neruda. ketika kamu bertanya “untuk apa?”, dia harus memeras keras otaknya hanya untuk sekedar membalas “bagus pokoknya”.

sekitar jam 9 malam kamu melihat buku tebal berwarna sampul merah muda itu tergolek di ranjangmu, disapu hawa dari pendingin ruangan, dan ditimpa beberapa jepit rambutmu, dan sebuah sms datang menanyakan bagaimana isi buku itu menurutmu. dan dengan berat hati kamu membuka buku itu, lalu berbaring di ranjangmu, melihat ke arah jendela sebentar untuk melihat cahaya ganjil yang muncul di jendela kamarmu (seperti cahaya pagi), yang membuatmu teringat akan pagi dimana kamu harus berangkat kuliah sambil masih mengantuk sekalipun wajahmu sebenarnya bagi orang lain terlihat sangat segar.

baru pada saat itulah kamu begitu yakin bahwa kamu hanya akan membalas “aku belum sempat baca, sekarang sudah mau tidur” yang pasti akan menjelaskan beberapa hal bagi penganjur bacaan itu dan sekaligus si pengirim sms.

dan di seberang sana, di sisi lain kota, si penerima sms balasanmu dengan berani membayangkan sebuah hari dimana kamu sudah lulus kuliah dan tenggelam dalam kesibukan, mendadak kamu melihat sebuah buku tebal berwarna sampul merah muda dan membuatmu teringat akan neruda. dan mungkin puisi yang sempat kamu baca itu.

bagi dia, si penerima sms balasanmu itu, dan mungkin bagi aku yang sempat bertatapan mata denganmu, kamu adalah pembaca neruda yang paling baik, karena dengan tidak mengenal neruda kamu akan tetap murni; dirimu yang tidak mengenal puisi dan permainan kata-kata, selalu sibuk dengan hal-hal praktis yang bisa diukur dan dikalkulasi, yang sibuk mengumpulkan nilai bagus sebanyak-banyaknya, yang pulang ke kamarmu yang nyaman untuk mengerjakan tugas kuliah sambil memikirkan keuntungan yang akan kamu raih dengan kuliah di salah satu kampus ternama. begitulah dirimu tetap murni; tidak mengenal air mata, pakaian, dan kata-kata, seperti putri duyung yang sejenak mampir di sebuah bar penuh pemabuk, seperti kamu sendiri yang melintasi tiga orang pemabuk di sebuah kantin di sebuah kampus, dan salah satu di antara tiga orang pemabuk itu begitu kurang kerjaannya hingga membayangkan banyak hal antara dirimu, baris puisi neruda yang kamu baca itu, dan dirinya.

namun dia begitu seriusnya bertanya dalam hati; teringatkah kamu akan neruda, jika suatu saat kamu melihat buku tebal berwarna sampul merah muda?

The Author

Mungkin kamu pernah kenal aku. Sementara ini aku tinggal di Timika, Papua.

2 Comments

  1. keong says

    Puisi Neruda memang cantik. Kenapa? Ya,pokoknya bagus aja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s