KE PASAR BERTEMU FIDEL

comment 1
Catatan Perjalanan / Tentang kawan


Sebelum membicarakan Fidel, anjing kelas kampung dari Pasar Ngasem, Yogyakarta, ada baiknya aku menceritakan beberapa hal yang aku rasa lebih menarik kalau kita membicarakan pasar.

Kalau kamu berkesempatan ke Yogya, datanglah ke pasar-pasarnya. Jika pilihan pertamamu adalah ke Pasar Ngasem, jangan sampai salah masuk. Pasar ini terletak di sebelah selatan Alun-Alun Kidul.
Pasar ini bukan pasar hewan saja, tapi juga pasar biasa yang menjual berbagai jenis kebutuhan. Waktu itu aku ke sana bareng Dody, Anwar, dan Mila, rasanya sehat sekali. Sesehat ketika aku di Malang mengunjungi pasar di depan rumah nenekku. Sekalipun suasananya ramai tapi tidak gaduh. Meriah tepatnya. Orang-orang berjualan berbagai macam barang.

Tidak seperti mengunjungi mall atau berbagai jenis pusat belanja modern lainnya, sekalipun banyak barang, pasar tidak memaksa-maksamu untuk membeli. Kamu seolah hanya menggelinding dan menjadi satu dengan kerumunan orang disitu. kenyataan menjadi satu dengan orang-orang di pasar tidak akan membuat kamu merasa hilang.

Dari pintu masuk jalanlah lurus menelusuri lorong pasar. Di situ banyak jenis hewan. Tapi rasanya hewan peliharaan, atau bagi beberpa orang mungkin hewan-hewan malang itu adalah menu makan atau obat mereka. Kalau tidak salah di kios yang ketiga sebelah kiri setelah pertigaan, kami bertemu dengan fidel.

Fidel adalah anjing kampung berwarna hitam. Saat itu, matanya tidak bercahaya. Badannya lemas dan lebih lemas lagi ketika kami membelinya dan membawanya ke rumah. Fidel bisa kami bawa pulang setelah uang sejumlah Rp.80.000 dari Dodi berpindah tangan ke ibu pemilik kios tersebut.

Bersama fidel, di berbagai kurungan di kios itu ada anjing, kucing, dan burung kalau tidak salah, yang semuanya terlihat kehilangan gairah hidup.

Sampai di rumah, fidel langsung mencret-mencret dan tidak mau makan. Kalau tidak salah…ah siapa yang bilang kalau ingatan itu tergantung selera kita juga. Kita hapus jika berkaitan dengan peristiwa atau kejadian yang menyakitkan dan ingat betul ketika berkaitan dengan kejadian yang menyenangkan…benar sekali dia…

Aku enggan mengingat anjing ini karena begitu banyak kesedihan di hidupnya yang sungguh singkat. Catatan-catatan berikut ini adalah bukti bahwa di rumah kontrakanku pernah hidup seekor anjing yang keceriaannya dirampas manusia. Fidel akhirnya meninggal setelah dirawat dua hari di rumah sakit hewan UGM. Menurut Pipiet dokter yang menangani fidel, pembunuh fidel adalah virus bernama Parvo. Dari luar virus ini nampak dari semakin lemahnya kondisi tubuh fidel akibat kurang cairan dan berak darah.

Catatan ini aku buat di komputer kantor. Dan semoga bisa menjadi karangan bungaku kepada fidel di pusaranya yang sekarang mungkin diatasnya sudah didirikan sebuah warung atau bangunan lain.

Tuesday, September 13, 2005
Fidel muntah2 lagi. he’s so fragile and its really sad to see a dog vomiting in the morning.
padahal tadi malam dia masih sehat2 saja. mungkin angin malam dan dinginnya teras yang menganjlokkan kondisi tubuhnya lagi.

Thursday, September 15, 2005
sepulang mengantar fidel ke rumahsakit (lagi) aku duduk merokok di ruang tengah. halaman depan terlihat begitu kering dan meranggas siang tadi. aku membayangkan fidel sudah sehat dan duduk-duduk di sebuah semak-semak atau pohon yang ditanam di situ. andai ada pot besar berisi tanaman yang menjulur2 itu (aku ga tau namanya) pasti rumah ini terlihat lebih enak dan teduh.

Friday, September 16, 2005
fidel mati. ini serius. (sms dari Dodi) sms itu datang nyelonong begitu saja, menggondol serta semua kenangan sedih atas anjing kecil yang merana itu. aku cerita ke iwan kalo anjingku mati. Saat itu aku sedang di Surabaya menghadiri pernikahan Dimas.

Monday, September 19, 2005
fidel’s still around. i can clearly sense his “amis” body odour in my pants. i doubt that this odour come from the train. this is clearly fidel’s odour! fidel, goo’ boy, come come.

The Author

Mungkin kamu pernah kenal aku. Sementara ini aku tinggal di Timika, Papua.

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s