Leave a comment
Tentang kawan

Maybe its the town you live in making these noises or maybe its you.

-stanley donwood-

keiko, badanku lengket sekali. panas surabaya sudah keterlaluan.

tadi aku mandi dan memandangi bebek karet milik keponakanku yang kemampul-kemampul di bak mandi. warnanya kuning, kepalanya agak meleng ke kanan, tersenyum. lalu aku ingat bahwa beberapa hari lalu kamu cerita soal bebek belanda dan memaksa-maksa aku untuk datang ke rumahmu untuk melihatnya.

benar saja, aku tidak bisa menolak ajakanmu. maka kita duduk di pinggir kolam sambil melihat peternakan bebek belandamu. jumlahnya ada enam pasang. enam suami istri. siang itu, enam suami istri bebek asing itu sedang membiasakan diri dengan panas surabaya. ketika kamu sebutkan harganya aku seperti duduk di sebuah kamar hotel yang dingin disemburi ac dan menelan arsenium dengan bantuan dua gelas baileys atau red wine atau segelas es teh ukuran jumbo. arsenium, seperti penyebab kematian munir.

kamu selalu tidak percaya kan kalau munir diracun? nah, itu buktinya, di koran. sudah, tinggalkan dulu bebek-bebekmu itu sementara waktu. bebek belandamu akan baik-baik saja sementara kita membaca koran dan berdebat di sofamu.

sebuah koran yang memang terkenal dengan bahasanya yang bombastis menulis besar-besar di headlinenya; munir diracun tikus. semoga kelak ketika pemilik koran itu mati dia akan mati kepleset sabun di kamar mandi hotel. dan mau tidak mau para wartawannya akan terpaksa menulis di headline; pemilik koran ini mati kepleset.

keiko,

kenapa orang-orang gagah selalu diakhiri hidupnya oleh segerombolan pengecut? tidak, tidak, aku tidak akan membandingkannya dengan akhir hidup jesus atau pangeran diponegoro. kenapa mereka tidak melakukannya setiba munir di belanda saja? benar-benar menyakitkankah semua tindakan dan kata-kata munir sehingga dia harus diakhiri seperti itu? temanku pernah bilang (dia mantan santri, jadi harap maklum dengan pendapatnya ini) bahwa kematian di perjalanan itu sebenarnya bukanlah kematian yang baik. sebisa mungkin kita nanti meninggal di rumah.

menurut beberapa suara, kasus ini bisa menjadi skandal politik. bisa, sangat bisa. tapi kapan? sudah begitu banyak kematian-kematian misterius yang membawa semua petunjuk ke segerombolan orang berbaju doreng dan rambut cepak. tapi seolah-olah semua kematian itu menguap begitu saja di barak-barak mereka.

sementara itu, kita yang membaca dan menyaksikan peristiwa2 itu hanya bisa menjadi penikmat. kalaupun ada hal yang bisa kita lakukan hanya mencoba supaya semua kematian itu tidak dilupakan begitu saja. seperti yang sekarang aku lakukan ini, menjelaskan kepadamu seolah-olah aku ini juru bicara dari semua yang diperjuangkan munir.

padahal yang aku kerjakan cuma memandangi bebek-bebek belandamu sambil leyeh-leyeh menghindari panas surabaya. selama beberapa tahun ini juga tidak banyak hal berharga yang aku kerjakan. kalau aku jadi bebek di rumahmu itu akan aku atur sebuah usaha melarikan diri, seperti ayam-ayam di film chicken run.

keiko,

emang benar itu bebek dari belanda? maaf aku tidak bisa percaya begitu saja. bahkan di kamar mandi sekarang ini aku masih berkeringat. kalau bebek karet itu bisa mengeluarkan keringat dia pasti akan sudah mencemari bak mandiku dengan keringatnya.

“aku sudah siap, kmu jadi jemput ga?” aku kirim sms itu ke kamu setengah jam yang lalu. tapi masih belum ada balasan hingga sekarang.

ternyata tidak hanya panas surabaya yang keterlaluan, kamu juga agak keterlaluan membuat aku menunggu berpanas-panas di sini. atau dua-duanya?

The Author

Mungkin kamu pernah kenal aku. Sementara ini aku tinggal di Timika, Papua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s