Author: Onny Wiranda

Hujan

Leave a comment
Papua

Curah hujan di Timika sepertinya lebih tinggi dibandingkan Bogor. Sejak pagi kemarin aku tiba di Timika, hujan tak ada hentinya mengguyur kota berpenduduk 50.000 orang ini. Tadi pagi malah hujan deras. Baru jam tujuh pagi dan Pak Yustinus sudah mengajak aku sarapan. Aku setengah tidak percaya masih saja ada orang yang membangunkan aku untuk bekerja di hari seperti ini. Kira-kira jam setengah delapan Pak Yohan datang menjemput. Keluar dari Hotel Serayu belok kiri lalu putar […]

Di Ngurah Rai, Kamu di Ubud

Leave a comment
Catatan Perjalanan

Ngurah Rai ramai sekali malam ini. Mungkin karena musim liburan. Beberapa rombongan bule datang. Kalau datang siang hari mungkin yang terlihat rombongan turis domestik. Mas Budi masih saja sibuk menelfon seseorang. Mungkin pacarnya. Mas Budi ini kerja di Trakindo. Selama 4 bulan dia sibuk bekerja di Tembagapura. Setelah itu pulang ke Jombang. Tadi di dalam pesawat dan di depan selasar terminal kedatangan aku berpapasan dengan dia, yang membawa satu tas jinjing besar dan sebuah tas. […]

Catatan Nonton Pembacaan Puisi FSS 2008

Leave a comment
Catatan pertunjukan

Setelah beberapa hari disuguhi seni pertunjukan, seperti tari hip hop Etha Dam dari Prancis dan Acapella Mataraman dari Yogyakarta yang cukup menghibur, akhirnya sempat juga nonton acara Festival Seni Surabaya (FSS) 2008 yang berbau sastra. Judulnya pembacaan puisi lima penyair Jawa Timur dan pementasan musikalisasi puisi Sosiawan Leak dan Temperente (Solo). Agak bingung juga benernya, mana yang lebih utama; para penyair Jawa Timur (yang kok ya cuma lima orang itu) atau Sosiawan Leak dan Temperente. […]

Tangkap Habib Rizieq! Bubarkan FPI

comments 2
Current issues

teroris Originally uploaded by absolute onie. Di Surabaya sempat beredar stensilan bergambar wajah Habib Rizieq. Disertai teks: Keyakinan bukan alasan, kekerasan bukan jalan. Stensilan yang aku lihat tertempel di tiang listrik di pertigaan Rungkut. Aku sering melihat tanda tangan si “monica never comes” ini di beberapa grafiti. Ada teman yang bilang penggunaan gambar AK-47 kayanya kurang pas soalnya kan senjata itu banyak dipakai gerilyawan kiri. Hmm…kalau ga salah lambangnya Hizbullah juga ada AK-47-nya kan? Dan […]

Kaleidoskop Bulan Mei

Leave a comment
Tentang kawan

Bulan yang padat ini akhirnya berakhir. Bulan yang penuh dengan peristiwa, yang mengejutkan dan menyenangkan. Beberapa keputusan penting aku ambil bulan ini. Beberapa pencapaian dan penyesalan. Entah bagaimana denganmu. Aku kangen bagaimana dulu aku bisa memencet-mencet tombol hape tanpa berharap orang di sana akan senang membaca smsku dan membalasnya dengan buncahan perasaan yang sama denganku. Bisa pergi ke tempat yang begitu jauh dan mengetahui bahwa ada orang lain di luar sana yang juga sedang melakukan […]

Antara Picasa dan Flickr

Leave a comment
Foto / Web 2.0

Halo…ini adalah percobaan pertama menyelipkan album foto dari Picasa ke blog. Ternyata hanya bisa menyelipkan satu album saja. Awalnya aku kira ada kode yang bisa ditempel di blog seperti punya Flickr. Picasa memang bagus dan, seperti website milik keluarga Google lainnya, tampilannya enak dipandang. Sistem pengaturan dan penyimpanan memang tidak seheboh Flickr yang punya photostream, tapi ada banyak album foto yang bisa dibikin. Di Flickr namanya photosets. Pengguna gratisan cuma dapat jatah 3 photoset. Sayangnya […]

Rahmat Trihartadhi, dan Foto-fotonya

Leave a comment
Foto

Ada beberapa pertanyaan yang sering mampir akhir-akhir ini, “itu benar foto-fotomu?”. Ngawur memang. Mencantumkan foto tanpa memberikan keterangan. Seolah-olah semua yang ada di blog ini adalah foto-foto saya. Atas kesalahan ini, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Sama sekali tidak ada niat untuk mengklaim. Saya kok ya lupa bahwa yang namanya blog juga ga luput dari masalah perizinan. Padahal pernah nulis soal creative commons. Kacrut. Foto yang jadi banner di blog ini hasil jepretan Rahmat Trihartadhi. […]

Kesimpulan

comments 2
Tentang kawan

Terkadang kita terlalu gampang menarik kesimpulan yang kaku dari sebuah perjumpaan sesaat dengan sesuatu. Misalnya dengan kisah Bu Ponirah, seorang penarik becak perempuan dari Yogyakarta, yang kisahnya diabadikan dengan indah oleh Sindhunata di Waton Urip (Nineartpublishing, Yogya, 2005). Setelah uraian panjang yang tidak melebar hingga jadi klise penceritaan kehidupan rakyat kecil, sampailah kita di halaman 69 dimana Ponirah menceritakan kegiatannya di waktu senggang: Saya ini orang miskin. Sudah miskin, mengapa harus nyetel yang susah-susah. Nanti […]