Kaleidoskop Bulan Mei

Leave a comment
Tentang kawan

Bulan yang padat ini akhirnya berakhir. Bulan yang penuh dengan peristiwa, yang mengejutkan dan menyenangkan. Beberapa keputusan penting aku ambil bulan ini. Beberapa pencapaian dan penyesalan. Entah bagaimana denganmu. Aku kangen bagaimana dulu aku bisa memencet-mencet tombol hape tanpa berharap orang di sana akan senang membaca smsku dan membalasnya dengan buncahan perasaan yang sama denganku. Bisa pergi ke tempat yang begitu jauh dan mengetahui bahwa ada orang lain di luar sana yang juga sedang melakukan perjalanan jauh. Bisa berbicara tanpa berharap semua benda dan peristiwa yang aku temukan akan membuatmu terkesan atau berusaha memenuhi harapan akan sebuah percakapan yang hidup dan meriah.

Tapi masa-masa itu memang sudah seharusnya lewat. Tak ada manusia yang bisa menyekap keadaan.

Sekarang yang membayang-bayang di depan tidak akan aku pikirkan mendalam seperti kemarin-kemarin ini. Aku cuma ingin melawan semua yang di depan dengan catatan-catatan kecil yang setelah penuh dengan tanda centang bisa langsung aku buang ke tong sampah. Kemarin aku melakukan hal itu dan mencium bau muntah. Mungkin itu bekas muntah si Pino semalam.

Dan kemarin di pantai aku hancurkan semua kertas plano ukuran besar dan peta perjalanan yang akhir-akhir ini aku bawa di punggung. Robeklah dan ucapkan selamat tinggal! Kamu manusia modern, dikutuk untuk tidak memiliki ikatan mendalam dengan apapun dan siapapun! Seru seseorang.

The Author

Mungkin kamu pernah kenal aku. Sementara ini aku tinggal di Timika, Papua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s