Doa Penulis Gagal Di Hari Ulang Tahunnya

Leave a comment
Tentang kawan

Aku percaya bahwa kata-kata tidak akan pernah mengecewakan aku. Bahwa kata-kata adalah satu-satunya sumber penghidupanku, baik rohani dan jasmani.

Dalam saat-saat tergelap aku kembali menemukan kehidupan dari kata-kata yang Dia tinggalkan di selokan, di bawah kursi warung yang kotor, di jalanan, di ruang tamu yang sepi, dan tuts-tuts komputer yang berdebu.

Dalam saat-saat terbaikku, kata-kata menunjukkan begitu banyak hal yang begitu bisa aku lakukan untuk memuliakan kehidupan dan manusia.

Hanya melalui kedua ruang hatiMu yang aku alami di kehidupan ini itulah aku bisa meraba diriMu dan ikut menjadi bagian dari keIlahianMu, yang bagiku nampak seperti bunga mawar yang tersaput lumpur; karena justru dalam derita Kau menunjukkan diriMu dan dalam kegetiran hidup Kau menemani semua umatMu.

Bahwa penuntun dari jemariku yang menorehkan kata-kata adalah hatiMu yang bekerja melalui semua ciptaanMu, sesamaku yang dina, yang dalam sepi mendengar suara kasutMu namun tak kuasa menumpahkannya dalam kata-kata selain dalam pengharapan sederhana yang terucap lirih.

Aku percaya bahwa kata-kataku adalah perpanjangan dari karya kasihMu, yang senantiasa menawarkan pengharapan dan sebuah alas untuk memasuki pintu hatiMu, bagi siapapun yang membaca atau mendengarnya.

The Author

Mungkin kamu pernah kenal aku. Sementara ini aku tinggal di Timika, Papua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s