Penembak Misterius di Kaki Gunung

Leave a comment
Current issues / Papua
Jobsite PTFI

Jobsite PTFI

Siapapun pelakunya, rentetan peristiwa penembakan di sekitar areal Freeport ini telah mencapai target mereka; menyebarkan ketakutan. Sejak ditembaknya rombongan Sesko Polhutkam dua hari lalu, suasana jadi agak mencekam. Warga Kuala Kencana yang beraktivitas di Timika, 20 km dari Kuala Kencana, sudah meninggalkan Timika sejak pukul 4 sore. Di siang harinya sempat ada isu penembakan di Kuala Kencana. Ternyata hanya mobil yang melindas botol kosong. Di saat seperti ini memang mulut manusia jadi lebih efektif dan bahkan menyamai kekuatan mulut senapan dalam menyebarkan ketakutan.

Aku sendiri juga jadi ketar-ketir. Kuala Kencana itu kurang lebih sejajar dengan Mile 30-an. Di peta daerah kontrak karya PTFI bisa kamu lihat. Timika berada sejajar dengan Milepost 26.  Penembak misterius itu berkeliaran di daerah antara Milepost 30 hingga Milepost 50-an, daerah perbatasan antara daerah ulayat orang Amungme di pegunungan Jayawijaya dan orang Kamoro di dataran rendah. Bagi masyarakat Amungme dan Kamoro, daerah itu adalah daerah perjumpaan pertama dan selanjutnya menjadi daerah tempat barter antara orang Amungme dan Kamoro. Di tempat itulah para penembak misterius berkeliaran.

Aku bisa membayangkan bagaimana ngerinya naik mobil lewat jalan yang gelap dan hutan di kiri kanan jalan lalu ditembak. Dalam perjalanan pulang dari Ayuka (sekitar 20 km selatan Timika) mobil yang aku tumpangi dengan seorang teman dilempar beberapa “anggota” mabuk yang ingin menumpang. Suaranya keras sekali sampai aku kira mereka menembak. Padahal hanya melempar batu sambil misuh-misuh.  Kami menolak memberi tumpangan karena mereka berenam sementara bagian belakang mobil sudah dipenuhi peralatan fotografi milik kantor. Sebenarnya mobil mau aku hentikan untuk memeriksa kondisi dan, mungkin, balas memaki mereka. Tapi akhirnya aku dan temanku hanya bisa memaki-maki “anggota” mabuk itu sambil menginjak pedal gas dalam-dalam. Suasana sekeliling yang gelap membuat perjalanan jadi terasa lebih menegangkan. Itu baru dilempar batu. Bisa aku bayangkan ngerinya mendengar suara letusan di dalam kegelapan dan mendadak orang di sebelah kita berteriak kesakitan.

Semoga peristiwa ini cepat diungkap dan tidak tertumpuk permasalahan lain lagi. Apalagi setelah dua bom meledak di Jakarta pagi ini.

The Author

Mungkin kamu pernah kenal aku. Sementara ini aku tinggal di Timika, Papua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s