Pulang

Leave a comment
Tentang kawan

Nana,

Tahukah kamu kapan sebenarnya kita layak menulis dengan kalimat pembuka semacam “sepuluh tahun yang lalu…” atau “sepuluh musim hujan yang lalu…”

Tadi pagi sebelum kita berangkat aku terbangun dengan perasaan bahwa sekarang ini saya sudah sangat layak menulis dengan kalimat pembuka semacam itu. Sama layaknya dengan Jean Valjean di Les Miserables yang berjumpa dengan inspektur polisi yang terus memburunya hanya karena Jean Valjean, ketika dihimpit rasa lapar, mencuri roti.

Aku terbangun di ranjang yang sama di kamar yang sama, membuka jendela besar yang sama, dan menatap langit yang sama, di sebuah waktu yang dulu sama sekali tak terbayangkan akan aku lewatkan di tempat yang persis yang sama. Dulu aku mengira bahwa aku akan hidup di tempat yang jauh dari rumahku, di antara keluarga baru, teman-teman baru. Yang membedakan hanyalah jajaran pohon pisang yang menggantikan pohon angsana dan hujan yang turun demikian derasnya.

Dulu aku mengira bahwa kalimat pembuka atau suasana jauh di masa depan akan membuat tulisan dan imajinasi akan semakin terbang luas dan membuatmu kagum. Ternyata tidak. Kamu justru malah tidak bisa menangkap suasana “megah” yang aku sodorkan. Ya, kan? Aku sendiri merasa bahwa tulisan semacam itu sebenarnya tindakan nekat yang mengerikan. Mengingkari kekinian dan masa kini adalah kebodohan terbesar yang pernah aku lakukan. Jauh sebelum tadi pagi aku sudah bersumpah untuk tidak akan menempatkan tokohku atau aku sendiri di masa depan yang masih jauh sekali menjelang.

Selama dua tahun aku sebenarnya sempat merasakan “masa depan” dan semua suasana yang tadi aku jelaskan, di sebuah kota yang bersahaja dan tidak dihablur kemewahan seperti kota ini.
Mendadak kini aku menjumpai diri berada di tempat yang sama, seolah dua tahun di tempat baru dan keluarga baru yang terdiri dari teman-temanku itu hanya terjadi di mimpi seseorang dan kebetulan aku menghadiri kemeriahan mimpi itu. Aku cuma tersenyum pahit menyadari keadaan ini. Kenapa dulu aku memilih pulang ke rumah ini dan meninggalkan rumah baruku? Kamu ingat kan dulu aku pernah bilang bahwa aku selalu siap menanggung semua keputusan yang aku bikin, yang baik dan buruk, yang tepat dan luput. Kini aku sedang menanggungnya, Nana.

Mungkin kita tidak akan pernah berhak menulis tentang diri kita di masa depan, kecuali kita pernah hidup dua kali atau kita masih ingat pengalaman hidup kita di kehidupan yang lampau.
Sepuluh tahun sungguh tak terasa. Semua novel dan roman itu benar soal kegentaran manusia menghadapi waktu dan diri manusia sendiri. Seseorang bisa memilih apakah akan berkembang atau tetap kerdil selama sepuluh tahun. Dan tidak ada seorang pun yang bisa menilai baik buruknya perkembangan seorang manusia, kecuali jika manusia itu ditempatkan di bawah ukuran tertentu seperti yang berhak dilakukan guru, akuntan, atau pengamat sosial. Apakah manusia Indonesia selama sepuluh tahun ini mengalami perkembangan, kita bisa menilainya dengan mudah dari ukuran seperti Human Development Index misalnya. Tapi untuk mencatat perkembangan manusia hanya penulis yang bisa menuliskan, dan alih-alih memberikan jawaban jelas para penulis itu pasti malah akan mengajukan pertanyaan.

Satu simpulan sudah aku dapatkan, Nana. Soal apa? Soal apalagi kalau bukan perjalanan menembus waktu yang begitu rapuh ini, soal perjalanan yang entah perjalanan berangkat atau pulang ini. Mau terlihat bermakna atau sia-sia hanya soal kapan kita memikirkan hal itu. Rasanya aku sungguh beruntung memikirkan hal itu di sebuah hari libur yang basah dan di sebuah tempat pertama kali aku memikirkan ngerinya perjalanan manusia. Semoga kamu juga mendapatkan keberuntungan semacam itu.

Cium dan peluk untukmu

The Author

Mungkin kamu pernah kenal aku. Sementara ini aku tinggal di Timika, Papua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s