Di Balik Awan

Leave a comment
Musik

Menurutmu salah apa kalo aku tahu-tahu suka dengerin Peter Pan? Ada yang orisinil dengan lagu mereka yang judulnya “Di Balik Awan”.

Sebentar Nana, aku tidak mengajak ngobrol soal orisinalitas. Kamu sudah cukup menguliahi aku soal orisinalitas, tidak ada yang orisinil sekarang, sejak dulu orang orang Romawi sudah bilang nihil nova sub sole, tidak ada yang baru di bawah matahari. Tapi kalau di bawah matahari yang kamu maksud itu (ini aku simpulkan dari omonganmu sendiri, lho) adalah relasi antar manusia di bawah berbagai “matahari” (hukum yang berlaku, hukum apa pun itu), maka bagaimana kalau “di balik awan”, seperti katanya Ariel? Maksudku bagaimana kalau ada sesuatu yang tercipta dari relasi yang terjadi di dalam dirinya sendiri.

Kamu sendiri yang pernah bilang kalau ada ahli genetika dari Johns Hopkins University yang setiap hari kerjaannya cuma ngurusin kromosom dan gen bilang bahwa tidak ada satu pun manusia di dunia yang benar-benar mirip.

Mungkin saat Ariel, atau siapa pun yang nulis lirik Di Balik Awan, dia benar-benar menulis dari dirinya atau membicarakan kebenaran tentang dirinya dan tanpa harapan apapun selain hendak berbagi dengan dunia, bahwa “semua yang kuinginkan, menjauh dari kehidupan…” Perkara baris lanjutannya adalah penyebab radang telinga atau berbagai jenis gangguan THT lainnya aku juga setuju. Industri yang bikin seperti itu, atau dalam proses selanjutnya si penulis gagal menyuarakan kebenaran dari dalam dirinya, atau mencoba memadukannya dengan kebenaran industri; uang broer! duit, fulus, taim is mani, time is money; matane suwek, taim is taim, time is time, waktu ya waktu; uang itu urusanmu sama semua cicilan barang-barangmu.

Hah, lega. Makanya jangan suka hapus MP3 orang sembarangan. Toh, cuma ada dua lagunya Peter Pan di komputerku.

Maaf ya, Nana. Kamu sudah gosok gigi? Oh ya, ikat rambutmu ketinggalan di kamarku. Besok kalau mau ambil telepon dulu aja. Aku mungkin masih belum pulang jam segitu. Dan ingat, jangan main hapus MP3.

The Author

Mungkin kamu pernah kenal aku. Sementara ini aku tinggal di Timika, Papua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s