All posts tagged: amungme

Pulang

Leave a comment
Catatan Perjalanan / Papua

Ketika mobilku melintas di depan Rumah Transit Bobaigo di SP-2, langit Timika memerah dan dua ekor burung Maung (Amungme: Rangkong) nampak terbang dengan tenang ke arah utara. Sudah lama aku tidak lihat burung Maung. Mereka biasanya terbang berpasangan, tidak terlalu tinggi sehingga jika suasana sepi kamu bisa mendengar kepakan sayapnya. Dengan semakin banyak penduduk, mereka pasti makin terdesak. Apalagi di daerah SP-2 yang makin padat setiap hari, sekalipun langganan jadi lokasi bentrokan antar kelompok warga atau akrab disebut perang […]

Kisah Anton Pinimet

Leave a comment
Papua / Tentang kawan

“Anak perempuan (saya) dua sudah ke Moanemani, sekarang mau bawa anak bungsu laki ke Kaokanao? Jangan, Pater” Tukas Mama Julita Deikme sambil mendekap anaknya. Pater Frankenmollen, pastur paroki Akimuga, dengan sabar melanjutkan penjelasannya. Beberapa saat kemudian, dengan bantuan Pak Marten Katagame, Mama Julita akhirnya mengizinkan Anton Pinimet untuk melanjutkan sekolah kelas 3 SD di Kaokanao. Di Kaokanao, Anton tinggal di asrama di bawah binaan para pater. Sayangnya, Anton hanya setahun saja di Kaokanao. Menjelang naik […]

Kemajuan Pendidikan di Mimika; Tanggung Jawab Kitong Semua

Leave a comment
Current issues / Papua

Program Kampanye Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pendidikan dalam masyarakat dan keluarga serta untuk meningkatkan angka partisipasi anak sekolah, khususnya dari kalangan masyarakat Amungme dan Kamoro. Program ini pertama kali diimplementasikan oleh Biro Pendidikan LPMAK pada tahun 2010 bekerjasama dengan Yayasan Binterbusih Semarang di kampung basis masyarakat Kamoro seperti Koperapoka, Nawaripi, Mware, Kaugapu, dan Hiripau. Kegiatan diawali dengan baseline survey. Hasilnya, di lima kampung masyarakat Kamoro itu terdapat 225 anak usia SD-SMP yang […]

Menaga Nemunki*

Leave a comment
Papua

Pada zaman dahulu, semua mahkluk hidup tinggal di dalam perut bumi. Mereka semua hidup tentram di bawah pimpinan Menaga Nemunki (papa Kuskus). Suatu saat, mereka melihat seberkas sinar menyelinap masuk ke dalam perut bumi dari antara akar-akar pepohonan dan celah-celah bebatuan. Seketika suasana di dalam perut bumi menjadi gaduh. “Ai, Lau-lau, ko ada lihat itu? Terang sekali” kata burung Mambruk kepada Lau-lau. ”Ada apa di atas sana?” tanya burung kasuari. ”Mari kita pergi lihat,” ajak […]