Definisi

Leave a comment
Current issues

Definisi memang selalu bikin repot. Gara-gara definisi ”beragama” dan ”tidak beragama”, sebuah obrolan ringan tentang kehidupan masyarakat Samin jadi serupa debat antara Santo Paulus dan para filsuf Yunani tentang ”kabar gembira” di Akropolis. Orang-orang yang merasa “beragama” mempermasalahkan “ketidakberagamaan” orang Samin dengan kepercayaan Adam mereka. Gara-gara definisi “ga dalem” kaki saya melangkah tenang melintasi genangan air (yang ternyata cukup dalam) dan akhirnya gatal-gatal kena kutu air.

Dari para hadirin yang menyerang orang Samin dengan dakwaan ”tidak beragama”, saya bisa memahami mengapa Neil Britton mengatakan bahwa selain alat bantu berpikir, definisi juga soal “orientasi mental dan emosi, model pemaknaan, dan cara pandang pemberi definisi”. Definisi Neil Britton soal definisi ini saya baca di sebuah tulisan soal Lapindo di Kompas, Kamis, 28 Februari 2008.

Kasus Lapindo menyertakan banyak orang biasa membuat definisi, mulai dari para pebisnis, ilmuwan, kalangan media, politisi, pelagak, pakar hukum, dan anggota parlemen yang terhormat. Banyak banget, ya. Mungkin ini salah satu kolaborasi interdisipliner paling luas yang pernah terjadi di republik kita setelah Orde Baru dengan proyek bahasa mereka.

Bedanya proyek yang ini diprakarsai oleh para pebisnis di grup usaha yang kepalanya sekarang menjadi Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat. Para pebisnis ini mempekerjakan para ilmuwan untuk menyediakan berbagai pembenaran ilmiah bahwa yang terjadi di Sidoarjo adalah ulah alam yang “mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis” (UU No. 24/2007). Dengan kekuatan media dan modal, dengan mudah pula mereka mengumumkan usaha dan bantuan Lapindo bagi para korban yang ditulis oleh para public relation dan copywriter yang paling handal (semoga jiwa kalian diampuni). Dan dengan tenang, Bapak Aburizal Bakrie bisa menjalankan tugas mulia sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat sementara grup bisnisnya dengan mulus melakukan perluasan bisnis, menyuruh Karni Ilyas mengurus stasiun televisi barunya, dan memulai proyek properti. Indahnya dunia ini…seindah jargon perusahaan-perusahaan besar dan jargon salah satu perusahaan milik Pak Menteri…Dream. Drowned. Death.

Kata-kata indah itu tidak akan pernah dipahami oleh para korban Lapindo, baik yang jauh-jauh pergi ke Jakarta dan yang mati-matian mempertahankan kehidupan mereka di pengungsian di Pasar Porong. Mereka tahu bahwa negara dan rakyat berada di posisi yang berseberangan. Negara dengan nyaman duduk bersama para pebisnis. Mereka tahu bahwa ada negara lain yang menguasai negeri ini, namanya korporasi.

Sementara itu, wakil presiden kita dengan lantang bilang bahwa republik ini harus diurus oleh seorang pebisnis. Dengan pengandaian bahwa “negara” adalah “perusahaan” yang harus mengusahakan keuntungan dan …yah sekedarnya menyediakan sebagian keuntungan untuk para karyawan yang loyal dan rajin…biar mereka ga minta macam-macam atau keburu pindah kerja…dan membuat laporan tahunan yang sophisticated untuk para pemegang saham dan investor yang terhormat…

Maka jadilah Kasus Lapindo sebagai salah bukti sesat logika yang sekarang sedang berlangsung. Hukum dan ilmu pengetahuan dimiliki oleh para pemilik modal serta digunakan untuk mengamankan modal dan mengeruk keuntungan. Para ilmuwan geologis sedunia yang kumpul di Jakarta beberapa waktu lalu bilang kalau Lumpur Lapindo adalah bencana alam. UU No. 24/2007 menyebutkan bahwa “bencana alam” dan “bencana non-alam” memilik arti dan konsekuensi yang jelas. Maaf, ya, di UU tidak ada pasal yang menjelaskan peristiwa yang saling terkait, kecerobohan yang memicu kejadian alam yang ekstrem misalnya. Misalnya eksploitasi hutan yang menyebabkan banjir bandang. Eksplorasi ya eksplorasi. Lumpur ya Lumpur. Cobaan Tuhan. Kalau masih penasaran coba aja cari di UU sejenis yang ada di Finlandia atau Peru. Mungkin ada. Hihihi…

The Author

Mungkin kamu pernah kenal aku. Sementara ini aku tinggal di Timika, Papua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s