Leave a comment
Tentang kawan

Yang Lebih Tua dan Mendukungmu

Adakah orang-orang semacam itu di sekitarmu? Bukan. Bukan orang tuamu, tapi orang di sekitarmu, kawan, kakak kelas, tetangga, atau kakak kawanmu. Aku kurang tahu bagaimana pengelompokan usia “yang lebih tua” menurutmu. Tapi kalau aku sendiri, aku cenderung tidak menganggap anak-anak Angkatan 94 ke atas sebagai senior. Sedangkan angkatan 95 ke bawah, hingga angkatan 97, sebagai sebayaku. Lho kamu lupa aku Angkatan berapa? Aku mulai kuliah tahun 1997. Lebih tua dua tahun dari kamu, lho.

Ada baiknya kamu mulai mengingat siapa dulu seniormu atau kawanmu yang usianya jauh lebih tua tapi memiliki pandangan yang cukup terbuka. Kalau aku, yang langsung teringat adalah Eri. Koko seniorku ini adalah mahasiswa jurusan Teknik Mesin angkatan 94 kalau tidak salah.

Aku lupa kapan pastinya mengenal Eri. Yang jelas pada bulan April 1998, aku sudah melihatnya dan mengenalnya. Saat itu aku sedang berdiri bersama banyak orang di atrium tower Petra. Beberapa orang memegang megaphone dan beberapa lagi membawa bendera Petra dan bendera Indonesia. Dia berjalan dengan tenang dari arah ATM Lippo dan melihat ke arah kerumunan orang tempatku berdiri. Perawakannya biasa saja. Agak gemuk sedikit. Tidak terlalu tinggi. Raut mukanya tenang dan membuat orang yang
melihatnya juga menjadi tenang. Kacamatanya seolah menjadi satu dengan dirinya. Mungkin karena dia sudah terlalu memakai kacamata, atau mungkin karena dia sudah memilih dengan tepat bingkai kacamata yang pas dengan raut muka. Dia tidak menggabungkan diri dengan kerumunan, hanya berdiri beberapa meter saja dan mengamati. Biasanya aku benci dengan orang semacam itu (apalagi di bulan-bulan itu). Tapi entah kenapa, dengan Eri aku tidak merasakan kebencian itu. Raut mukanya benar-benar menenangkan. Tidak seperti mengamati, tapi juga tidak menampakkan perasaan tertentu seperti mengagumi atau membenci.

Yeah, kamu benar. Bulan April 1998 adalah bulan-bulan ”panas” dalam sejarah republik kita yang masih muda ini. Dan mungkin aku agak salah dalam mengenal konsep ”crowd” atau ”kerumunan”. Mestinya aku mengenalnya di pentas kesenian atau nonton konser sebuah band. Bukannya di demonstrasi. Tapi dalam ingatan keremajaanku, baru di sekitar bulan April-Mei 1998 itulah aku merasakan kerumunan orang yang diikat oleh perasaan dan pikiran yang sama. Tidak ada seorang pun yang akan terlempar ke bilik kesendirian mereka. Semua orang adalah satu gagasan, semua orang terhubung. Sebelum bulan itu aku sempat merasakan apa itu kerumunan. Yang pertama adalah ketika nonton konsernya Firehouse di JW Marriott (ehmm…kamu tahu kan, aku nonton sama siapa). Yang kedua adalah saat di mana aku sering ke Colors bareng sama Aldi, Dirun, (Alm.) Didik, dan Ambon nonton sebuah band Top 40 yang suka membawakan lagu-lagunya Radiohead dan Rage Against the Machine. Tapi kedua pengalaman itu sama sekali tidak sebanding dengan ”pengalaman mengerumun” yang aku rasakan pada bulan April-Mei 1998.

Baik, kembali ke Eri. Eh, bagi rokoknya, dong.

Semenjak itu aku sering melihatnya dengan Ardi, mahasiswa Teknik Arsitektur ’95. Mereka mengajakku untuk melihat keadaan dengan lebih tenang. Semua hal yang terlihat spontan saat itu tidak terjadi dengan sendirinya. Ada begitu banyak penyebab dan urutan kejadian yang terentang di belakangnya, tak terlihat dan tersadari olehku. Aku baru tahu bahwa ada beberapa kelompok anak muda pemberani yang melawan rezim. Semenjak itu aku sering bertemu dengan wajah-wajah baru, yang sama sekali tidak terbayang olehku bahwa ada orang-orang semacam mereka di dunia ini.

The Author

Mungkin kamu pernah kenal aku. Sementara ini aku tinggal di Timika, Papua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s