meilinda (ini yang buat kamu)

Leave a comment
Catatan Perjalanan

setelah menginjak kaki di terminal gambir, aku baru sadar; prioritas utama liburanku ternyata bukan kota sialan ini (jakarta), tapi justru kota yang aku kunjungi by accident dengan kalian. hei, tunggu dulu, salah kalau kamu kira karena cewek2nya, sekalipun ada benernya memang.
kota itu jadi menempel di kepala gara2 hawa dinginya. aku nggak tahu kenapa tapi biasanya di tempat dengan hawa dingin aku tidak lagi mencakar2 keberadaannku, kefanaanku di permukaan. di tempat dingin aku menyelami keberadaanku, berenang-renang dengan riang di dalamnya, untuk kemudian keluar membawa sesuatu bagi dunia. sambil berteriak lirih; “dunia! ini yang aku berikan buat kamu” atau “yes!! you fucking dancer!!” (sori, agak niru mark renton)

di tempat yang panas, seperti kotamu, kotaku juga (mungkin), susah sekali untuk menyelami keberadaanku. orang lain biasanya menilai pendapatku sebagai seuatu kelemahan, kemanjaan. sebagai pria aku mestinya harus fight dengan kondisi yang seperti itu. tapi sumpah mei, seberat2nya aku membayangkan diriku seperti pram yang lagi di pulau buru atau utuy yang menulis karena lapar, aku mampet, mampet, asu!

tapi gimana2 aku harus pulang besok, banyak yang nungguin. sekalipun aku tidak habis2nya bertanya, ngapain juga mereka nunggu aku?

The Author

Mungkin kamu pernah kenal aku. Sementara ini aku tinggal di Timika, Papua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s