di jalan-jalan jakarta
keiko, siang itu aku berdiri di sebuah perempatan terbesar yang pernah aku lihat. nama daerahnya kalau tidak salah slipi, atau grogol. informasi di layar hpku yang keluar cuma “mal taman anggrek”. berdiri, sendiri, tapi tidak ada ngeri atau sepi di hati. aku bebas memandangi orang-orang dan mobil yang lalu lalang di depanku, mendengarkan suara-suara yang dihasilkan persimpangan jalan, mencium bebauan yang dihasilkan keringat dan knalpot. lagipula sepertinya mereka tidak melihatku. kecuali seorang polisi di posnya, […]